Bekasi (HSB) – Tekait Tawuran mengacu pada pertempuran besar-besaran antara dua kelompok remaja dengan kata-kata dan tindakan licik yang bertujuan menyakiti lawan mereka. Pertarungan dan tawuran antar remaja yang sering kita lihat bisa jadi merupakan fenomena potensial yang bisa terjadi secara tiba-tiba suatu saat nanti, di mana saja, dan tidak kita sadari. Pertarungan sebenarnya bukan monopoli antar warga.” Hal tersebut di ungkapkan Serka Rahmat saat memberikan materi di SMK Bina Jaya Prestasi RT07 RW 01
Blok D Jalan Santunan Perumahan Papanmas Desa Mangunjaya Kecamatan Tambun Selatan Senin 31/10/2022
Hadir dalam Kegiatan sosialisasi tersebut Bimaspol Desa Mangunjaya Bripka ToTo, Kepsek Ibu Wilinda Angelia.m.pd.
Guru piket Yakub
Waka Kesiswaan ibu Indah Mulyani S.pd.
Waka Humas Ahmad Nurul firdaus .S.ag.
Waka Hubin Bambang susanto.s.kom.
Kapog OTK ibu indah mulyani.SE, Seluruh Siswa Siswi SMK Binajaya prestasi
Tidak hanya bertugas sebagai Babinsa, tapi Babinsa dan Bimaspol juga harus dekat dengan masyarakat,” Kata Rahmat Sambil Melepaskan Senyum
Sementara Kepala Sekolah Ibu Wilinda Angelia ketika di wawancarai awak media mengatakan
dengan tema ”Stop Tawuran”, ini adalah upaya meningkatkan kesadaran dengan memberikan edukasi dan mengajak Siswa untuk berhenti tawuran agar tidak terjerumus dalam kasus tawuran yang mana kegiatan sosialisasi ini menjelaskan terkait Faktor — factor yang menyebabkan tawuran remaja, hal yang menjadi pemicu tawuran, dampak karena tawuran, analisis permasalahan perilaku social tawuran antar Pelajar,” Pungkasnya.(Red)
