Sukabumi (HSB) – Pengalokasikan dana desa untuk program ketahanan pangan dan hewani sebesar 20% dari anggaran dana desa di tahun 2023 di Desa boyongsari fokus ke lima titik kegiatan, yaitu pengadaan Bendungan titik sungai Coboyong berisifat kecil (Small Dams) dan rehab bendungan di sungai ciarelot, dua kegiatan pemasangan tembok penahan tanah bahu jalan lingkungan, di tambah perkebunan Labu madu kelompk tani pemuda harapan makmur.
Tentu tadi tujuannya, untuk Penguatan agar ketahanan pangan terus di tekankan oleh pemrintahan Desa boyongsari Kecamatan bantargadung kabuten sukabumi jawa barat,
terpantau di lokasi bahwa di lima titik kegiatan, sekarang ini ada yang sudah selesai di kerjakan ada yang masih dalam proses di pekerjaanya, pada : Rabu (28/06/2023).
Di temui di lokasi titik bendungan ciboyong, salah satu yang mengaku Dedi kepala tukang tembok mengatakan,” bahwa pekerjaan baru empat hari sampai sekarang terhitung di laksanakan, semua berjalan dengan baik, terkait material di gunakan batu yang ada di sungai setempat, lalu material pasir di kirim dari luar, begitu pula material semen.
Lalu, panjang bendungan di rencana awalnya enam meter, tapi paktanya setelah di kerjakan lebih dari 10 meter, yang sudah jadi sekarang berbicara progres capaian 60%, dengan rincian pondasi lebar 1,5 meter, dalam pondasi 0,5 meter, tinggi pemasangan batu diatas pondasi 1,20 meter jadinya, tetapi ada yang tingginya 1,5 meter, pasalnya tampak atas harus rata,” paparnya.
Di tempat terpisah Ketua LPMnya, Ibin bersama sama egi, poktan pada saat di konfirmasi,” terkai pekerjaan bulan juni di tahun 2023 sekarang, regulasikan dari anggaran ketahanan pangan, untuk rehab bendungan di ciarelot, pengadaan bendungan (Small Dams) sungai ciboyong, juga perbaikan dua titik iriigasi, juga bidang pertanian atau perkebunan, saya sendiri semaksimal mungkin dalam penerapan bahan matetial.
Lalu berbicara papan informasi, sebenarnya urusan pemdes, terutama kaur perencanaan Holil, saya hanya melaksanakan pekerjaan di lapangan, membenarkan harus di pasang papan inforamsi di setiap kegiatan, dari lima titik ini, katakan ini paket dari anggaran ketahanan pangan dari kolaborasi penggunaan dana desa untuk ketahanan pangan efektif di 2023, dan untuk di Desa Boyongsari untuk ketahanan pangan di anggarkan 15 %,” terangnya.
Lanjut Egi poktan Pemuda Harapan Makmur menambahkan,” Saya sendiri sebagai ketua karang taruna priode pertama kepala desa menjabat, namun untuk priode sekarang saya fokus di pertanian, jadi bukan lagi menjadi karangtaruna. Berbalik kepada anggaran ketahanan pangan yang sekarang di terapkan ke lima titik kegiatan, katanya LPM Desa Boyongsari tadi sampaikan, saya begitu setuju bahkan akan peran serta mendorong, juga ikut andil mengawasi, meski saya di sisni hanya poktan atau masyarakat pada umumnya, ada hak dan kewajiban saya untuk evaluasi jalannya proyek, namun untuk memberikan masukan saya kira wajib.
Mengingat, dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 54 Tahun 2010 dan Perpres Nomor 70 Tahun 2012. Regulasi ini mengatur setiap pekerjaan bangunan fisik yang dibiayai negara wajib memasang papan nama proyek.
Tetapi jika saya cermati jalannya proyek ada keganjilan bagi saya pribadi, terkait pisik yang proses di kerjakan, dan yang sudah selesai di kerjakan, jika di singkronkan dengan rincian anggaran total dari anggaran yang di ambil kolaborasi anggaran turun ke desa, di anggaran untuk penguatan ketahanan pangannya di antaranya, saya kira ada dugaan di proyek tersebut.
Pasalnya juga, saya ikut di penetapan musrenbangdes di tahun 2022nya, dan ironisnya hasil cek kros cek tidak ada papan informasi di setiap titik kegiatan yang sedang di laksanakan, harusnya menurut saya pribadi ada, agar masyarakat paham dan tau, karena ini anggaran pemerintah, kepala desa LPM disini sebatas penyelenggara, terkait hak kontrol masyarak pemdes boyongsari punya hak ,” ungkapnya.
Media Center : Muhtar Bt
