Sepanjang 2,5 Kilometer Jalan Di Cumanggala, Kenapa Harus Lupa Diperhatikan, Buka Mata Dan Telinga Doong

Sukabumi (HSB) – Sejumlah warga yang peduli menutup jalan yang rusak dengan bahan Keselamatan pengendara sepeda motor dan mobil yang menuju perkampungan cumanggala terancam, lantaran lebih dari selama tiga tahun jalan akses menuju jalan nasional sepanjang 2,5 meter rusak berat, Sabtu 01/07/2023.

Pasalnya penduduk di kedusunan cumanggala tidak kurang dari seribu lebih jumalahnya, namun saat ini merasa terisolir dari perhatian pemerintah, jika di bandingkan dengan perkampungan tetangganya, melihat bidang infrastruktur terutama jalan lingkungannya cukup luar biasa.

Jelasnya pemerintah tutup mata tutup telinga, padahal jika di lihat jumlah anggaran dari pusat ke daerah dalam pertahunnya cukup besar sampai di angka triliunan, namun lupa memandang kebutuhan warga cumanggala saat ini, lupa juga menganggarkan atau alokasikan anggaran untuk memperbaiki jalan saat ini yang begitu miris, mengacam bahaya pengguna jalan pengendara roda dua dan empat.

Pasalnya, bukan satu kali dua kali muspika menginjakan kaki di keperkampungan cumanggala, dikira mau meninjau rusaknya jalan, tetapi hanya kunjungan ke perusahaan ayam saja, di duga kuat hanya mengambil oplah dari perusahaan dengan asumsi kujungan kerja wilayah.

Selain Pemerintah Desa ada pemda, kiranya bisa melalui dinas perkim atau melalui pokok pikiran DPRD untuk menjawab harapan masyarakat kedusunan di cumanggala sekarang ini.

Pada saat di lokasi terlihat sejumlah warga yang sedang melaksanakan penambalan jalan, di sampaikannya yang mengaku tokoh pemuda,” pengadaan material yang sekarang di terapkan hasil dari biaya yang di kumpulkan, seperti dari para pengusaha setempat, bahkan ada beberapa proyek yang masuk kewilayah, saya permohonkan bantuan material pasir dan semen juga split seperti kemarin pihaknya kontraktor, pelaksana pekerjaan pondasi tiang sutet PLTU, di tambah dari perusahaan setempat.

Namun Biaya yang di kumpulkan hanya sebatas alakadarnya, lalu pada penerapan material semangat bahkti gotong royong, selanjutnya akses jalan ini jalan satu satunya yang menuju ke jalan nasional, kalau di pertanyakan manfaat jalan tidak perlu di uraikan, pada umumnya semua bisa menjawab, namun bagi mereka yang punya jabatan, sekaligus wakil masyarakat kenapa bisa bersikap tutup mata dan telinga.

Persoalan jalan rusak bukan sepele, banyak masyarakat keluhkan hal ini, bahkan kritikan di aplikasi facebook begitu ramai, namun sejauh ini belum ada comen, pihak pejabat terutama dari pemda yang berharap sengaja buat agenda untuk tinjau lokasi, bahkan saya akan layangkan surat ke bapak bupati sukabumi, atau saya akan sengaja datang kekantor beliau,” unkapnya.

Menambahkan, bidang informasi dan publikasi Lpi sebagai kontrol sosial ,” terkait persoalan jalan yang rusak berat, akan secepatnya di komunikasikan dengan pejabat terkait, dan akan datang kekantor Bupati Sukabumi, mengingat anggaran dari pusat ke daerah cukup besar dalam pertahunnya, dan berharap setelahnya keluhan masyarakat bisa terjawab,” pungkas.

Muhtar Bt.

Exit mobile version