Deputi Gubernur Bank Indonesia, Juda Agung. (Foto: Dok: BI)
Jakarta (HSB) – Pencapaian signifikan secara global, baik di sektor ekonomi syariah maupun sektor keuangan syariah menjadi prasyarat utama dapat mencapai visi menjadi pusat ekonomi dan keuangan syariah dunia.
Demikian disampaikan Deputi Gubernur Bank Indonesia, Juda Agung, pada kesempatan penutupan acara Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) Satu Dekade Menebar, seperti keterangan Pers Bank Indonesia, di Jakarta, Minggu (29/10/2023).
Menurutnya, hal tersebut menjadi fokus Bank Indonesia dalam penguatan ISEF di masa mendatang. Penyelenggaraan ISEF ke depan diharapkan dapat berperan secara signifikan menggerakkan sektor-sektor potensial dalam ekonomi dan keuangan syariah untuk tumbuh dan berkembang, sekaligus mampu diperhitungkan dalam tatanan global.
Juda Agung menambahkan, rangkaian acara seperti Indonesia International Modest Fashion Festival (IN2MF) akan terus diperkuat, yang tidak hanya menampilkan karya-karya melalui fashion show melainkan juga memperkuat aspek bisnis dari para desainer, sehingga mampu mendukung eksistensi modest fashion Indonesia di tataran global.
Hal serupa yang perlu diperkuat adalah peran ISEF sebagai strategic integrator untuk kegiatan busines coatching dan business matching, maupun identifikasi trade opportunity and investment sehingga mampu mendorong ekonomi syariah bagi pertumbuhan ekonomi nasional.
ISEF ke-10 tahun 2023 telah menjadi wadah business matching sebagai kolaborasi Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) khususnya dengan perwakilan khusus MES di luar negeri yang mempertemukan UMKM binaan dan mitra BI dengan agregator dan potensial buyer negara Saudi Arabia, Mesir dan Pakistan.
Kegiatan ini membuka peluang bagi UMKM untuk dapat memasarkan produknya serta menghasilkan komitmen perdagangan dengan ketiga negara tersebut, dengan potensi ekspor.
Tingginya minat pelaku usaha dalam kegiatan exhibition/pameran tercermin pada jumlah pelaku usaha yang terlibat mencapai 1.003 pelaku usaha offline dan virtual dengan nominal transaksi senilai Rp 365,42 miliar.
Sementara Indonesia International Modest Fashion Festival (IN2MF) ke 2 sebagai bagian dari kegiatan ISEF 2023 hadir dengan melibatkan berbagai asosiasi fesyen, komunitas, sekolah mode, institusi, dan kementerian, yaitu Kementerian Koperasi dan UMKM, Kementerian Koordinatoriat Kemaritiman dan investasi, Kementerian Tenaga Kerja, Kementerian Perindustrian, dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif telah menampilkan 1.487 karya.
Adapun Halal Expo Indonesia 2023 yang kegiatannya pertama kali dilaksanakan berkolaborasi ISEF, mencatatkan angka transaksi lebih dari Rp 360,9 miliar.
Penyelenggaraan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) Satu Dekade Menebar Kebaikan Festival yang dilaksanakan sejak 25 hingga ditutup 29 Oktober 2023 telah mencatat transaksi mencapai sebesar Rp 28,9 triliun.
“Penyelenggaraan ISEF 2023 sebagai panggung ekonomi dan keuangan syariah merupakan hasil kerja berjamaah untuk mendorong majunya perkembangan ekonomi syariah Indonesia,” ujar Juda.
Diharapkannya, berbagai program dan inisiatif dapat terus berlangsung dengan dukungan berbagai pihak yang terlibat sebagai “hamzah washal” melalui peran dan kewenangan masing-masing. (AD)
