Kemendikbudristek RI mengajak seluruh masyarakat merawat dan melestarikan peninggalan Kerajaan Majapahit.
Jatim (HSB) – Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XI Jawa Timur, Kemendikbudristek RI, menyelenggarakan “Gaung Sangkala Bhumi Majapahit” dalam rangka memperingati hari jadi Majapahit. Peringatan ini bertepatan dengan penobatan Raden Wijaya sebagai raja pertama Majapahit.
Peringatan hari lahir Majapahit ke-70 bertemakan “Merawat Peradaban Majapahit”. Tema ini menjadikan komitmen kuat menjaga keberadaan serta menumbuhkembangkan (manfaat sosial budaya, ekonomi), Kawasan Cagar Budaya, dan Objek Pemajuan Kebudayaan, di Situs atau Kawasan Majapahit.
Pada hari Sabtu (4/11/2023), telah dilakukan pemutaran film dan pertunjukkan musik opera Majapahit Gayatri Sang Sri Rajapatni, Festival Cahaya, sekaligus Pembukaan Gaung Sangkala Bhumi Majapahit, yang merupakan hasil kolaborasi dengan Direktorat Perfilman, Musik, dan Media, Kemendikbusristek RI.
Selanjutnya kegiatan akan dimulai kembali pada tanggal 11 dan 12 Nolember 2023, dengan berbagai aktivitas berupa Pasar Rakyat (diisi dari desa sekitar dan UMKM), pemutaran Bioling, Dialog Budaya Pameran, Adi Budaya On Air, Dolanan Tradisional, serta gelar Budaya Majapahit yang diisi oleh kabupaten dan kota sekitarnya.
Sekretaris Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kemendikbudristek RI, Fitra Arda menilai bahwa kegiatan tahunan ini dapat menjadi sebuah memoar dan edukasi sejarah kemegahan Kerajaan Majapahit di masa lampau.
“Saya mengapresiasi kegiatan Gaung Sangkala Bhumi Majapahit ini, yang dapat kita jadikan sebagai pelajaran sejarah sekaligus menjadi pengingat bahwa Kerajaan Majapahit merupakan kerajaan yang besar dan megah,” ujarnya.
Fitra mengajak kepada seluruh masyarakat untuk terus merawat serta melestarikan berbagai peninggalan Kerajaan Majapahit sebagai bentuk menghargai warisan leluhur bangsa.
“Melalui kegiatan Gaung Sangkala Bhumi Majapahit, saya mengajak kepada seluruh masyarakat, khususnya masyarakat Jawa Timur, untuk terus meningkatkan kesadaran dalam menghargai warisan budaya Indonesia, salah satunya dengan melestarikan peninggakan Kerajaan Majapahit. Dengan begitu, maka kita telah bergotong royong dalam pemajuan Kebudayaan Indonesia,” jelas Firta Arda.
Kegiatan Gaung Sangkala Bhumi Majapahit merupakan wujud nyata kerjasama, gotong royong, kolaborasi dari semua pihak dalam melaksanakan UU No.5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan terkait pelindungan, khususnya warisan budaya Majapahit. (AD)
