Yanti Secara Sukarela Melepaskan Statusnya Sebagai Penerima Bansos, Sekmat Cibadak Mengapresiasi Kesadaran Warganya

Sukabumi – Ditengah banyaknya masyarakat yang ingin mendapatkan bantuan dari pemerintah, Yanti Warga Kampung Panenjoan RT 01/07 Desa Tenjojaya, Kecamatan Cibadak Kabupaten Sukabumi, secara sukarela melepaskan statusnya sebagai KPM, “Selamat Tinggal Bansos”.

Yanti yang sebelumnya terdata sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Graduasi Mandiri di Desa Tenjojaya, kini berkat perbaikan ekonomi keluarganya, ia dengan sukarela melepaskan statusnya sebagai KPM dengan memilih mundur agar bansos yang ia terima bisa diberikan kepada keluarga lain yang membutuhkan.

Hal tersebut diungkapkan Yanti langsung kepada Asep Purnawan pendamping Progam Keluarga Harapan (PKH) Kecamatan Cibadak, saat berkunjung kerumahnya.

“Ia..Bu Yanti dengan sukarela melepaskan statusnya sebagai salah satu KPM penerima Bansos di wilayah binaan saya,” ungkap Asep Purnawan kepada media ini, Senin (17/02/2025).

Asep mengatakan, bahwa saat ini pihaknya sudah melaporkan hal ini, dan untuk status Bu Yanti sebagai KPM saat ini sedang diproses.

“Saya sebagai pendamping PKH di Kecamatan Cibadak memberikan apresiasi kepada keluarga tersebut, karena mampu memperbaiki ekonomi keluarga sehingga tanpa paksaan ia mau melepaskan statusnya sebagai penerima program pemerintah, dan saat ini sedang di proses nya,” kata Asep.

Lebih lanjut Asep mengatakan, bahwa untuk penerimaan Bansos baik berupa PKH dan di Desa Tenjojaya terdata sebanyak 345 KPM terbagi dalam 12 kelompok.

“Mudah-mudahan dengan adanya tingkat perbaikan ekonomi keluarga, para penerima bansos di Desa Tenjojaya yang sudah mandiri dengan sukarela mau melepaskan statusnya sebagai penerima bansos pemerintah,” harapnya.

Sementara itu, Sekretaris Camat Cibadak, Alex Antariksa juga memberikan apresiasi kepada keluarga tersebut, yang dengan sadar tanpa paksaan mau melepaskan statusnya sebagai penerima bansos pemerintah.

“Ini salah satu bentuk keberhasilan dari pendamping PKH dalam melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap warga penerimaan program bantuan dari pemerintah, dan hal ini tentu saja tidak mudah untuk mensosialisasikan kepada masyarakat, apalagi yang namanya bantuan, semua orang pasti menginginkannya. Namun dengan pendekatan dan bimbingan yang baik sehingga masyarakat yang sudah membaik ekonominya secara sadar mau melepaskan statusnya sebagai penerima bansos,” tandas Sekmat.

(Resty Ap)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *