Dugaan Oplosan LPG di Rumah Purnawirawan Polisi di Bogor, Respons Aparat Dipertanyakan

Bogor | HSB – Dugaan praktik pengoplosan gas elpiji ilegal di sebuah rumah milik purnawirawan polisi di wilayah Dermaga, Kabupaten Bogor, memicu sorotan publik. Selain karena potensi bahayanya, penanganan aparat kepolisian setempat juga dinilai janggal dan lamban.

Berdasarkan penelusuran di lapangan, aktivitas mencurigakan terungkap di sebuah rumah yang disebut-sebut menjadi lokasi pengisian ulang gas LPG secara ilegal. Di lokasi, ditemukan sejumlah barang yang mengindikasikan praktik tersebut, seperti timbangan gas ukuran 12 kilogram serta sisa cairan yang diduga berasal dari proses pemindahan isi tabung.

Seorang pelaku usaha yang mengaku bernama Ableh, dalam percakapan melalui telepon, mengakui kegiatan tersebut. Ia bahkan meminta agar aktivitasnya tidak dilanjutkan ke proses hukum. Dalam komunikasi itu, ia juga sempat menawarkan sejumlah uang kepada awak media agar perkara tersebut tidak dipublikasikan.

Namun, perhatian publik justru mengarah pada respons aparat. Petugas dari Polsek setempat disebut baru tiba di lokasi sekitar tiga jam setelah menerima informasi, meski jarak tempuh disebut hanya beberapa menit. Keterlambatan ini menimbulkan pertanyaan, mengingat dugaan tindak pidana yang berpotensi membahayakan keselamatan warga.

Saat berada di lokasi, sikap aparat juga dinilai tidak menunjukkan langkah penindakan yang tegas. Petugas bahkan membatasi akses peliputan dengan hanya mengizinkan satu orang perwakilan media untuk masuk ke area rumah. Kebijakan ini memicu kecurigaan adanya pembatasan informasi terkait kondisi di dalam lokasi.
Sejumlah warga sekitar mengaku khawatir dengan potensi bahaya dari aktivitas tersebut, mengingat praktik pengoplosan gas LPG kerap dikaitkan dengan risiko kebakaran dan ledakan.

Kasus ini menambah daftar panjang persoalan distribusi dan penyalahgunaan LPG bersubsidi yang kerap terjadi di berbagai daerah. Transparansi dan ketegasan aparat dinilai menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan publik serta memastikan penegakan hukum berjalan tanpa pandang bulu.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait dugaan tersebut maupun alasan keterlambatan penanganan di lapangan. Upaya konfirmasi kepada pihak terkait masih terus dilakukan.

(Red)

Exit mobile version