BANTEN – PT Hutama Karya (Persero) terus memperkuat kontribusinya dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia nasional melalui pembangunan Sekolah Rakyat di Provinsi Banten yang berlokasi di Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Lebak. Tidak hanya menghadirkan infrastruktur pendidikan yang representatif, proyek ini juga memberikan dampak langsung terhadap perekonomian masyarakat melalui penyerapan ratusan tenaga kerja lokal serta meningkatnya aktivitas ekonomi di sekitar kawasan proyek.
Pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Lebak saat ini memasuki tahap konstruksi utama dengan berbagai pekerjaan yang berlangsung secara paralel, mulai dari pekerjaan struktur lantai dua, rangka baja, penutup atap, pekerjaan arsitektur, pembangunan dinding penahan tanah (DPT), hingga pekerjaan jalan rigid. Untuk menjaga percepatan penyelesaian proyek, pelaksanaan konstruksi juga didukung dengan penerapan dua shift kerja serta penambahan area fabrikasi material di lapangan.
Dalam pelaksanaannya, pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Lebak turut menjadi penggerak ekonomi masyarakat melalui pelibatan ratusan tenaga kerja lokal di sekitar kawasan proyek. Pada proyek Sekolah Rakyat Kabupaten Pandeglang, sebanyak 323 tenaga kerja lokal terlibat dalam proses konstruksi, sementara pada proyek Sekolah Rakyat Kabupaten Lebak tercatat sebanyak 199 tenaga kerja lokal ikut berkontribusi dalam pembangunan. Keterlibatan masyarakat sekitar dilakukan pada berbagai aktivitas pekerjaan, mulai dari pekerjaan padat karya, operasional lapangan, keamanan, hingga dukungan logistik proyek.
Kehadiran ratusan pekerja lokal tersebut turut memberikan dampak positif terhadap aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar proyek. Selama proses pembangunan berlangsung, berbagai warung makan, toko kebutuhan harian, hingga pelaku usaha kecil di sekitar kawasan proyek mengalami peningkatan aktivitas usaha seiring tingginya mobilitas pekerja dan kebutuhan operasional lapangan setiap harinya. Kondisi tersebut menjadikan pembangunan Sekolah Rakyat tidak hanya menghadirkan manfaat dari sisi infrastruktur pendidikan, tetapi juga mampu menciptakan efek berganda (multiplier effect) bagi perekonomian masyarakat sekitar.
Selain membuka lapangan pekerjaan, Hutama Karya bersama mitra kerja juga mendorong peningkatan kapasitas masyarakat melalui keterlibatan langsung dalam aktivitas konstruksi. Tenaga kerja lokal mendapatkan pengalaman kerja lapangan sekaligus pembekalan dasar terkait teknis konstruksi dan keselamatan kerja yang diharapkan dapat menjadi bekal keterampilan bagi peluang pekerjaan di masa mendatang.
Selain memberikan dampak ekonomi langsung, keterlibatan masyarakat lokal juga menjadi bagian dari strategi pembangunan berkelanjutan yang diterapkan Hutama Karya. Melalui pelibatan warga sekitar, proyek dapat berjalan lebih kondusif sekaligus membangun rasa memiliki (sense of belonging) masyarakat terhadap keberadaan Sekolah Rakyat sebagai fasilitas pendidikan yang nantinya akan digunakan untuk mendukung peningkatan kualitas generasi muda di wilayah tersebut.
Dari sisi pelaksanaan konstruksi, Hutama Karya memastikan seluruh pekerjaan berjalan sesuai standar mutu dan keselamatan kerja melalui penerapan Quality, Health, Safety, Security & Environment (QHSSE) secara menyeluruh di area proyek. Pengawasan pekerjaan dilakukan secara berkala guna memastikan kualitas pembangunan tetap terjaga di tengah percepatan pelaksanaan proyek.
Plt. Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani, menyampaikan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat tidak hanya berfokus pada penyediaan infrastruktur pendidikan, namun juga diharapkan mampu memberikan dampak sosial dan ekonomi yang nyata bagi masyarakat sekitar.
“Melalui pembangunan Sekolah Rakyat di Banten, Hutama Karya ingin memastikan bahwa keberadaan proyek dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar, baik melalui penyerapan tenaga kerja lokal maupun tumbuhnya aktivitas ekonomi masyarakat. Kami berharap pembangunan ini tidak hanya menghadirkan fasilitas pendidikan yang berkualitas, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi daerah selama proses konstruksi berlangsung,” ujar Hamdani.
Ke depan, Hutama Karya akan terus mendukung pembangunan infrastruktur pendidikan nasional yang inklusif dan berdampak luas bagi masyarakat sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pemerataan pembangunan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
(Red)
