Jakarta – Dalam mendorong ketahanan dan kebangkitan ekonomi, Pemerintah telah menyediakan berbagai strategi pembangunan ekonomi.
Demikian dikatakan Sekretaris Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, dalam acara Bisnis Indonesia Business Challenges 2024, di Jakarta, Kamis (23/11/2024).
Dari sisi konsumsi rumah tangga, untuk menjaga daya beli masyarakat dan mengendalikan inflasi, Pemerintah melanjutkan kebijakan bantuan sosial di antaranya yakni bantuan tambahan pangan beras sebesar Rp. 10 Kg/KPM pada Desember 2023 dengan sasaran 21,3 juta KPM dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) El Nino sebesar Rp. 200 ribu/bulan selama Nopember-Desember 2023 dengan sasaran 18,8 juta KPM.
Selain itu, untuk penguatan UMKM di tengah suku bunga tinggi, Pemerintah mendorong melalui percepatan KUR. Melalui “weekend banking”, agar penyerapan penyaluran KUR, lebih optimal dan dapat mencapai target Rp. 297 Triliun.
Dengan tambahan dua bantuan kepada masyarakat ini, kita berharap bisa menjaga daya beli masyarakat dan juga mengendalikan inflasi, terutama nanti kita dalam rangka komponen konsumsi rumah tangga yang akan kita jaga,” tutur Sesmenko Susiwijono.
Susiwijono, juga menerangkan, beberapa kebijakan yang dilakukan Pemerintah dalam mendorong peningkatan ekspor, di antaranya dengan pembentukan Satuan Tugas Peningkatan Ekspor Nasional, membuka peluang pasar-pasar baru seperti non tradisional market, serta memperkuat kerjasama perdagangan.
Terkait rangkaian kegiatan Pemilihan Umum yang akan segera berlangsung, dirinya mengatakan bahwa belanja kegiatan politik akan memberikan dampak bagi perekonomian baik secara langsung maupun tidak langsung. Seperti pada sektor percetakan, periklanan media, transportasi, logistik, makanan, minuman, garmen, tekstil, serta sektor jasa (hiburan) yang berpeluang melonjak karena penyelenggaraan Pemilu.
“Dampak tidak langsungnya, kalo bicara mengenai politik pasti di konsumsi Lembaga Non Profit yang melayani Rumah Tangga (LNPRT). Nah, LNPRT ini kita proyeksikan di 2023 ini mungkin naik antara 4,5 sampai 5% dan di 2024 mestinya lebih tinggi karena lebih panjang periodenya sekitar 6,5% sampai 7%. Yang lain, konsumsi masyarakat pasti akan terdorong naik, sehingga kita berhara pada tambahan PDB baik 2023 maupun 2024. Mungkin antara 0,2 sampai 0,25% kita dorong.
Artinya Pemilu berdampak positif terhadap pertumbuhan PDB kita,” pungkas Sesmenko, Susiwijono Moegiarso.
Sementara itu, di tempat terpisah, Penjabat Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono, mengungkapkan bahwa di tengah perekonomian global yang melambat, perekonomian Jakarta tumbuh sebesar 4,93% year on year pada triwulan ketiga tahun 2023.
“Kontribusi para pengusaha muda dibutuhkan sebagai penjaga ketahanan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Setudaknya Jakara harus memiliki 10 perusahan yang termasuk ke dalam 500 perusahan teratas dunia,” kata Heru Budi Hartono, pada acara pengukuhan 300 anggota baru Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jaya Angkatan 2023 Masa Bakti 2021-2024, di Ruang Pola, Balai Kota Jakarta Pusat.
Heru menyebut, peran pengusaha sangat diperlukan agar dapat memaksimalkan inovasi dalam menggerakkan roda perekonomian lintas sektor.
“Saat ini, Jakarta sedang bertransformasi menjadi kota bisnis berskala global yang berdaya saing. Peran pengusaha muda menjadi semakin penting untuk mewujudkan Jakarta bukan hanya pusat ekonomi Indonesia, melainkan juga pemain utama di panggung global,” ujarnya.
Dirinya mendorong HIPMI Jaya untuk memanfaatkan peluang, menghasilkan inovasi dan bersinergi dalam menciptakan lapangan kerja baru. Sehingga, dapat berkontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi di Jakarta. (AD).
