Bogor – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartato menyatakan generasi muda harus siap merespon pesatnya pertumbuhan teknologi dan digital serta harus siap meng-upgrade skill yang relevan untuk kebutuhan masa depan.
“Kampus berperan sangat penting untuk mencetak generasi unggul yang melek digital kritis, kreatif, dan mampu berdaya saing secara global,” ungkapnya di depan para mahasiswa Universitas Nusa Bangsa dan taruna Politeknik Siber dan Sandi Negara, Bogor, Jawa Barat, Kamis, (30/11/2023).
Pernyataan ini disampaikannya saat menghadiri kegiatan Ekon Goes To Campus, dengan topik “Peran Penting Generasi Muda Mendukung Transformasi Ekonomi Nasional menuju Indonesia Emas 2045”.
Menko Bidang Perekonomian menggatakan, pembahasan seputar Visi Indonesia Emas 2045 dan pemanfaatan momentum bonus demografi yang dimiliki Indonesia tidak hanya digaungkan Pemerintah untuk memberikan dorongan lebih besar agar Indonesia mampu menjadi salah satu negara maju di tahun 2045.
Lebih dari itu, ujarnya, Pemerintah juga telah menginisiasi berbagai program seperti Kartu Prakerja dan Digital Talent Scholarship yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk meningkatkan kemampuan dan memiliki daya saing hingga tingkat global serta turut berkontribusi untuk memperkuat perekonomian nasional.
“Kalian adalah ujung tombak perubahan, dan ide-ide inovatif kalian memiliki potensi untuk mengubah wajah ekonomi Indonesia lebih baik ke depan,” ajak Airlangga Hartarto.
Sementara itu, di lokasi terpisah, Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika, Nezar Patria mengatakan, kemajuan teknologi yang pesat terus memberikan dampak besar terhadap perekonomian. Secara global, dengan mengutip data Bank Dunia, Wamenkominfo, menyebut ekonomi digital menyumbang lebih dari 15% Pendapatan Domestik Bruto dunia.
“Dan telah tumbuh 2,5 kali lebih cepat selama 10 tahun sebelumnya dibandingkan PDB dunia fisik. Untuk Indonesia dengan kemahiran yang memadai dalam teknologi digital tentunya akan meningkatkan produktivitas, transformasi digital sangat membantu pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,4% hingga 6,2% pada tahun 2045,” jelasnya, di Jakarta, Selasa (28/11/2023).
Nezar Patria menyatakan, di tengah peluang tersebut, ada berbagai tantangan seperti disrupsi teknologi, kesenjangan digital, dan masalah keamanan siber. Oleh karena itu, Wamenkominfo, menekankan upaya kolaboratif yang mendorog inovasi dan win-win solution.
Kementeriannya, tengah mengembangkan kebijakan pendukung untuk mengembangkan ekonomi digital nasional.
“Dengan perumusan Visi Digital Indonesia 2045, Pemerintah menyatukan arah kebijakan, sinergi dan regulasi untuk mengoptimalkan potensi teknologi di Indonesia,” ungkapnya. (AD).
Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto Ajak Generasi Muda Respon Pesatnya Teknologi dan Digital dalam Menghadapi Daya Saing Global
