Jakarta | HSB – Kebijakan efisiensi anggaran yang memangkas 50 persen alokasi perjalanan dinas tak menyurutkan langkah Direktorat Pembinaan Tenaga Teknis Peradilan Umum (Dirbinganis) Badan Peradilan Umum (Badilum). Mereka tetap tancap gas melaksanakan program prioritas 2025.
Program itu difokuskan pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia: hakim, panitera, hingga jurusita. Berdasarkan data DANDAPALA, hingga Jumat (18/4/2025), sebelum pemotongan anggaran, lebih dari 70 persen belanja Ditjen Tenaga Teknis dialokasikan untuk perjalanan dinas.
Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi para pengelola anggaran. Mereka terpaksa merombak skema kegiatan: dari tatap muka menjadi daring maupun hybrid. Lima program utama tetap dijalankan, antara lain:
Fit and proper test calon pimpinan pengadilan Sarasehan rutin bertajuk Perisai Badilum Learning Center (BLC)
Uji kompetensi hakim dan tenaga teknis
Profile assessment bagi seluruh hakim dan panitera Seluruh program ini akan menghasilkan “rapor kinerja” untuk para hakim, panitera, dan jurusita. Harapannya, hasil evaluasi ini mampu mendorong peningkatan kompetensi berkelanjutan di kalangan tenaga teknis peradilan.
“Kalau program berjalan optimal, SDM peradilan akan semakin siap mewujudkan badan peradilan yang agung,” ujar salah satu pejabat Dirbinganis.
(Deva)
Dirbinganis Rombak Anggaran Demi Tingkatkan Kapasitas Hakim dan Tenaga Teknis
