Kontroversi Pelayanan Pasien BPJS Pasien Rujukan Merintih Kesakitan, Keluarga Kecewa Hanya Ditanya Tanpa Pemeriksaan di RSU Santa Maria Cilacap

CILACAP, Hariansinarbogor.com – Sebuah keluhan mengejutkan datang dari salah satu keluarga pasien rujukan yang mendapatkan pelayanan di Rumah Sakit Umum (RSU) Santa Maria pada hari ini, Kamis (08/04/2026).

Pasien yang merupakan rujukan dari Puskesmas Kawunganten ini tiba di lokasi rumah sakit sekitar pukul 15.00 WIB. Namun, pelayanan yang diterima dinilai tidak memuaskan dan sangat memprihatinkan oleh keluarga.

Menurut keterangan keluarga, setelah pasien sampai dan diterima, pasien hanya diperiksa sejenak dan ditanyakan keluhan penyakit yang diderita oleh dokter yang bertugas. Anehnya, Pasien disuruh Pulang dan suruh nebus bayar obat. Padahal pasien BPJS.

“Setelah ditanya sakitnya apa, pihak petugas langsung menyampaikan kepada kami supaya pasien dibawa pulang kembali ke rumah,” ujar salah satu anggota keluarga pasien dengan nada kecewa.

Ketika ditanya mengenai alasannya, petugas di lokasi menyatakan bahwa pasien tidak memiliki penyakit apa-apa. Pernyataan ini tentu saja bertolak belakang dengan kondisi nyata yang dialami pasien.

Padahal, saat itu pasien terlihat sangat menderita dan terus merintih kesakitan,  khususnya pada bagian tulang punggung dan pinggang. Pasien bahkan mengaku tidak bisa tidur semalaman karena rasa sakit yang tak tertahankan.

“Bagaimana bisa dokter mengetahui penyakit pasien kalau belum melakukan pemeriksaan secara detail? Pasien saja sudah kesakitan luar biasa, tapi malah disuruh pulang dengan alasan tidak sakit,” tambahnya.

Pada hari yang sama (08/04/2026) media ini menghubungi nomor call center RSU Santa Maria Cilacap, untuk mengkonfirmasikan. Namun hanya di jawab ada yang kami bantu. Hingga pagi ini (09/04/2026) call center RSU Santa Maria Cilacap chatt WhatsApp kembali menanya nama Pasien nya siapa supaya kami laksanakan pengecekan data. Lalu media ini memberikan foto surat Rujukan dari Puskesmas Kawunganten.

Setelah itu media ini bertanya balik dengan Bapak/Ibu siapa saya bicara, alhasil tidak direspon lagi.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak manajemen RSU Santa Maria terkait insiden pelayanan yang menuai protes tersebut.

Sekitar jam 10:52 Wib melalui pesan WhatsApp call center rsu santa maria cilacap menyampaikan bahwa
Sebelumnya kami sampaikan permohonan maaf atas keluhan yang dirasakan oleh pasien..
Dan terimakasih sudah berkenan menunggu kami melakukan telusur..

Kami sudah melakukan telusur di lapangan, informasi yang kami peroleh bahwa pasien datang ke IGD tanggal 8 April 2026 sekitar jam 15.00, dibaringkan di bed IGD dengan keluhan nyeri pinggang.

Kemudian oleh Dokter dilakukan pemeriksaan :

  1. Pasien mengeluh sakit pinggang memberat saat beraktifitas saja, skala nyeri 4 (nyeri sedang), kadang mengganggu saat tidur,
  2. Diukur tanda2 vital :
  • Tensi (dalam batas normal)
  • Nadi (dalam batas normal)
  • SpO2 (dalam batas normal)
  • Suhu (dalam batas normal)

Berdasarkan hasil pemeriksaan tsb, tidak ditemukan kondisi kegawat daruratan, maka oleh petugas diberikan edukasi kepada pasien dan keluarga, untuk kembali ke RSU Santa Maria Cilacap besok harinya (9 April 2026) untuk melakukan pemeriksaan di Poli Spesialis Penyakit Dalam sesuai yang tertuang dalam surat rujukan yang dibawa oleh pasien, Ungkapnya.

namun dalam hal ini, pesan whatsApp yang di kirim melalui nomor call center RSU Santa maria tidak mengatasnamakan Humas rumah sakit sehingga hal ini menjadikan tanda tanya besar jangan jangan ini hanya alibi personal pengawai yang megang nomor call center.

Sebagai informasi Pasien yang ditolak oleh RSU Santa Maria Cilacap kemarin tanggal (08/04/2026) pada hari yang sama keluarga pasien membawa ke Rumah sakit lain yang ada di cilacap, dan diterima bahkan langsunh ditangani oleh dokter. Lalu pasien diarahkan keruang Rongsent.

Jadi dalam hal ini menurut keterangan Keluarga Pasien, apa yang di sampaikan melalui pesan WhatsApp tersebut diduga hanya alibi semata, faktanya Pasien sampai berita ini di publikasi, di tangani dengan baik di salah satu rumah sakit yang ada di Kab. Cilacap. (Nover)

Exit mobile version