Dari Ketidakpastian ke Harapan: Perjalanan Isma, Ibu Tunggal di Lewi Malang

Bogor – Di sebuah sudut Desa Lewi Malang, kehidupan Isma (38) pernah berjalan dalam ketidakpastian. Sebagai seorang ibu tunggal yang membesarkan dua anak, satu duduk di bangku SMA dan satu di sekolah dasar. Ia hanya bekerja sebagai buruh serabutan yang tidak mempunyai pekerjaan dan penghasilan tetap dan tidak ada jaminan esok hari.

“Sebelumnya kerja tuh kadang ada, kadang nggak. Kayak part time ada temen yang ngajakin, yuk ikut catering, kayak gitu,” kenangnya pelan.

Dalam kondisi itu, memikirkan biaya sekolah dan kebutuhan sehari-hari menjadi beban yang terus menghantui. Bahkan, untuk mencukupi kebutuhan dasar, Isma kerap harus meminjam uang kepada saudara.

Namun, keadaan mulai berubah sejak ia bergabung sebagai relawan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SPPG Jogjogan 2. Kini, untuk pertama kalinya dalam waktu lama, ia merasakan arti penghasilan tetap sejak SPPG beroperasional pada akhir tahun lalu.

“Alhamdulillah lah nggak kayak dulu kadang sering pinjem sama saudara. Sekarang udah engga pinjem-pinjem. Alhamdulillah, Cukup alhamdulillah untuk makan, untuk anak sekolah, dua-duanya,” ujarnya dengan senyum lega dan tidak henti mengucap syukur.

Penghasilan harian sebesar Rp150 ribu yang ia terima sebagai koordinator pemorsian sejak bergabung Desember tahun lalu, mungkin terdengar sederhana. Namun bagi Isma, angka itu berarti kepastian, sesuatu yang sebelumnya tidak pernah ia miliki.

Lebih dari sekadar soal ekonomi, pekerjaan ini juga mengubah cara pandangnya terhadap hidup. Ia tak lagi berjalan sendiri. Dalam tim, ia menemukan kekuatan baru yakni kebersamaan.

“Awalnya saya kan kerja sendiri, nah disini kita satu tim, jadi harus kompak. Satu salah, salah semua. Satu benar, benar semua,” katanya.

Semangat gotong royong itu membuat pekerjaan terasa lebih ringan, sekaligus menghadirkan rasa memiliki yang selama ini ia rindukan.
Bagi Isma, pekerjaan ini bukan sekadar sumber penghasilan. Ini adalah titik balik momen ketika hidup yang semula serba tidak pasti perlahan menjadi lebih terarah.

Sebuah kesempatan yang memberinya harapan baru untuk masa depan, bukan hanya bagi dirinya, tetapi juga bagi kedua anaknya.

Biro Hukum dan Humas
Badan Gizi Nasional

(Red)

Exit mobile version