Cilacap, Hariansinarbogor.com – Semangat perubahan dan inovasi terasa kuat dalam kegiatan Presentasi Akhir Pegawai Magang Batch II hasil kerja sama antara Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dengan Kementerian Ketenagakerjaan dan Transmigrasi yang digelar di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Cilacap.
Kegiatan ini menjadi puncak dari rangkaian program magang yang telah dijalani para peserta selama mengikuti proses pembelajaran dan praktik kerja di lingkungan lapas. Tidak hanya menyampaikan laporan kegiatan, para peserta juga memaparkan berbagai gagasan, evaluasi, serta solusi inovatif yang dinilai mampu mendukung transformasi pemasyarakatan yang lebih modern, humanis, dan berdampak bagi masyarakat, Kamis (21/5).
Dalam presentasi akhir tersebut, peserta dibagi ke dalam tiga kelompok sesuai bidang penempatan masing-masing, yaitu kelompok Bagian Umum dan Administrasi, kelompok Pembinaan Kemandirian dan Kegiatan Kerja, kelompok Registrasi dan Pembinaan Mental dan Kepribadian serta Kelompok Perawatan dan Kesehatan.
Kelompok Bagian Umum dan Administrasi memaparkan berbagai inovasi terkait peningkatan efektivitas pelayanan administrasi, pengelolaan data, hingga optimalisasi tata kelola kerja yang lebih cepat dan tertib. Gagasan tersebut diharapkan mampu mendukung pelayanan publik yang semakin profesional dan transparan.
Sementara itu, kelompok Pembinaan Kemandirian dan Kegiatan Kerja menampilkan berbagai program produktif yang berorientasi pada peningkatan keterampilan warga binaan, Mulai dari penguatan program kerja, pengembangan hasil karya warga binaan, hingga strategi pembinaan yang dapat membuka peluang ekonomi melalui pemanfaatan sampah dari dalam lapas.
Pada sesi berikutnya, kelompok Registrasi dan Pembinaan Mental menyoroti pentingnya pendekatan pembinaan kepribadian dan kesehatan mental bagi warga binaan. Mereka memaparkan pentingnya pelayanan registrasi yang akurat serta program pembinaan mental Kepribadian sebagai fondasi utama dalam membentuk perubahan perilaku dan kesiapan reintegrasi sosial warga binaan di tengah masyarakat.
Lebih lanjut, Kelompok Kesehatan dan perawatan menekankan kepada Optimalisasi Layanan Klinik dan pengelolaan Farmasi Lapas. Pencegahan Penularan penyakit hingga Pentingnya menjaga kebersihan dan menjaga kondisi tubuh warga binaan juga bagi petugas yang bersentuhan dan berinteraksi pada proses pembinaan secara langsung.
Kepala Lapas Kelas IIB Cilacap, Gowim Mahali mengapresiasi semangat dan kontribusi seluruh peserta magang yang telah menunjukkan dedikasi, kreativitas, dan kepedulian terhadap kemajuan pemasyarakatan.
Menurutnya, program magang ini bukan hanya menjadi sarana belajar bagi peserta, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi untuk menghadirkan ide-ide baru yang relevan dengan kebutuhan pembinaan saat ini.
“Melalui kegiatan ini, kami melihat banyak gagasan positif yang dapat menjadi masukan berharga dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan pembinaan di lapas. Ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antar kementerian mampu melahirkan sumber daya manusia yang adaptif, inovatif, dan peduli terhadap pelayanan masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan berlangsung dengan interaktif dan penuh antusiasme. Setiap kelompok memaparkan hasil observasi dan pengalaman selama magang, sekaligus menunjukkan bahwa proses pembinaan di lapas tidak hanya berfokus pada pengamanan, tetapi juga pada pembangunan kualitas layanan kemanusiaan dan pembinaan positif berdampak langsung kepada masyarakat. (Nover)
