DUMAI – Satresnarkoba Polres Dumai kembali menggagalkan peredaran narkotika dalam jumlah besar. Dua pria asal Kabupaten Rokan Hilir diamankan bersama 2 bungkus kristal bening diduga sabu seberat 2,04 kilogram di Amira Wisma, Jalan M. Husni Thamrin, Dumai Selatan, Sabtu (7/11/2026) subuh.
Kasat Narkoba Polres Dumai, AKP Gus Purwantoro, S.H., M.M mengatakan, pengungkapan ini berawal dari informasi masyarakat yang sangat berharga.
“Setiap informasi dari masyarakat langsung kami tindaklanjuti dengan cepat. Kami tidak ingin Dumai menjadi jalur peredaran narkotika,” ujar AKP Gus Purwantoro, Minggu (08/11).
Tim yang dipimpin langsung oleh Kasat Narkoba melakukan penyelidikan setelah menerima informasi adanya dua pria yang akan melintasi jalur Dumai – Rokan Hilir membawa narkotika.
Sekitar pukul 04.30 WIB, tim melihat dua pria mencurigakan mengendarai sepeda motor melintasi Jalan M. Husni Thamrin. Petugas membuntuti hingga pukul 05.00 WIB, keduanya masuk ke Amira Wisma.
Dibuntuti Hingga ke Wisma, Langsung Diciduk
“Kami sisir lokasi dan lakukan pembuntutan. Begitu target masuk ke wisma, langsung kami lakukan penindakan,” kata AKP Gus Purwantoro.
SL alias L (22) diamankan saat menunggu di atas sepeda motor, sedangkan W alias N (24) diamankan di depan pintu wisma saat hendak keluar.
Saat diamankan, W alias N membawa tas warna ungu. Dengan didampingi sekuriti wisma, tim menggeledah tas tersebut dan menemukan kantong plastik hitam berisi dua bungkus kristal bening diduga sabu.
Selain sabu, tim juga mengamankan satu tas ungu, satu kantong plastik hitam, dua unit HP merek VIVO, satu unit motor Honda CRF hitam tanpa nopol, dan uang tunai Rp81.000.
Hasil tes urine menunjukkan kedua tersangka positif methamphetamine, sedangkan amphetamine dan THC negatif.
Atas perbuatannya, keduanya dipersangkakan Pasal 114 ayat (2) UU No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika Jo UU No.1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana, atau Pasal 609 ayat (2) huruf a UU No.1 Tahun 2023 tentang KUHP.
“Meski barang sudah diamankan, kami belum berhenti. Kami akan dalami asal-usul sabu ini dan kemungkinan ada pihak lain yang terlibat,” tegas AKP Gus Purwantoro.
(red)
