DUMAI – Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Kecamatan Sungai Sembilan memasuki hari keempat. Tim gabungan kembali turun ke lapangan untuk memadamkan dan mendinginkan 7 titik api di Jalan Parit Saru RT 08, Kelurahan Bangsal Aceh, Rabu (9/9/2026).
Kegiatan dimulai sejak pukul 08.00 WIB setelah tim masih menemukan sejumlah titik yang mengeluarkan asap.
Berdasarkan pemantauan, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 5 hektar. Vegetasi yang terbakar berupa tanaman sawit dan semak belukar. Hingga hari keempat, belum ada penambahan luas area yang terbakar.
Kondisi tanah gambut membuat proses pemadaman harus dilakukan ekstra hati-hati. Pasalnya bara api bisa tersimpan di bawah permukaan dan muncul kembali sewaktu-waktu.
“Kami fokus melakukan pendinginan secara menyeluruh. Di gambut ini tidak bisa setengah-setengah, harus dipastikan benar-benar dingin,” ujar personel Polres Dumai di lokasi.
Untuk mempercepat penanganan, tim mengerahkan 1 unit alat berat Hitachi, 5 unit mesin ministriker, 1 unit Zpower dan 1 unit mesin Robin. Sumber air diambil dari kanal berukuran 2×2 meter di sekitar lokasi.
Sinergi 70 Personel dan Imbauan Cegah Karhutla
Sebanyak 30 personel Polri, 12 personel TNI, 12 personel BPBD, 18 personel Manggala Agni serta unsur kelurahan, kecamatan, MPA dan masyarakat dikerahkan.
Meski terkendala jarak lokasi sekitar 20 kilometer dari Mapolsek Sungai Sembilan, semangat tim tidak surut. Hingga sore, petugas masih menemukan asap tipis dan terus melakukan penyisiran agar tidak ada bara tersisa.
Kapolres Dumai AKBP Fatikh melalui personel di lapangan menegaskan penanganan akan terus dilakukan bersama-sama.
Polres Dumai juga mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika melihat titik api atau aktivitas mencurigakan, segera laporkan ke pihak kepolisian.
“Sinergi semua pihak penting untuk menjaga Dumai bebas dari asap. Mari kita jaga lingkungan bersama,” pungkasnya.
(red)
