SIAK β Tanaman budidaya jagung mulai menghijau menjadi simbol harapan bagi petani yang ada di sejumlah pedesaan di wilayah Kecamatan Kandis, Siak.
Dibalik pertumbuhan tanaman tersebut, terdapat sinergi yang terus dibangun antara Bhabinkamtibmas Polsek Kandis dengan para petani serta elemen masyarakat lainnya dalam mengantisipasi dampak perubahan musim yang berpotensi memengaruhi hasil panen.
Melalui kegiatan sambang dan pendampingan rutin, Bhabinkamtibmas terus hadir di lahan pertanian untuk berdialog dengan petani, memantau perkembangan tanaman, sekaligus memberikan motivasi agar perawatan tanaman dilakukan secara optimal sesuai kondisi cuaca.
Langkah ini menjadi bagian dari dukungan Polri terhadap Program Ketahanan Pangan Nasional yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga ketersediaan pangan tingkat lokal dan nasional.
Perubahan musim yang tidak menentu menjadi tantangan tersendiri bagi petani jagung. Curah hujan maupun musim kemarau dapat memengaruhi pertumbuhan tanaman. Karena itu, Bhabinkamtibmas mengajak petani untuk meningkatkan kewaspadaan dengan melakukan pemantauan intensif terhadap kondisi lahan, menjaga kebutuhan air, serta menerapkan pola perawatan tanaman yang sesuai agar risiko gagal panen dapat diminimalisir.
Kapolres Siak, AKBP Sepuh Ade Irsyam.S.I.K melalui Kapolsek Kandis, Kompol Herman Pelani S.H.,M.H mengatakan, kehadiran Bhabinkamtibmas tidak hanya memberikan rasa aman, tetapi juga menumbuhkan semangat gotong royong dan optimisme di kalangan petani.
“Komunikasi yang terjalin dengan baik menjadi modal penting dalam menghadapi berbagai tantangan di sektor pertanian,” ujar Kapolsek, Sabtu (04/07).
Melalui pendampingan yang berkelanjutan, Polsek Kandis berharap produksi jagung masyarakat dapat terus meningkat meskipun dihadapkan pada perubahan musim.
“Sinergi antara Polri dan petani menjadi bukti bahwa menjaga ketahanan pangan bukan hanya tanggung jawab petani, melainkan upaya bersama demi mewujudkan swasembada pangan,” tutup Kompol Herman Pelani.
(red)

