SIAK – Embun masih menggantung di ujung daun, sementara hamparan tanah di Kampung Jambai Makmur, Kecamatan Kandis, Siak, perlahan disinari matahari pagi.
Di lahan jagung itu, ada cerita sederhana tentang kerja keras dan harapan. Di antara tanah yang digemburkan dan benih yang ditanam, Bhabinkamtibmas bersama para petani hadir dalam satu semangat: menjaga pangan tetap tumbuh untuk masa depan.
Bagi petani, setiap benih bukan sekadar tanaman yang kelak dipanen. Di dalamnya ada harapanβtentang hasil yang cukup, keluarga yang sejahtera, dan ketahanan pangan yang dimulai dari tanah sendiri.
Bhabinkamtibmas pun tak sekadar datang melihat. Kehadirannya menjadi bagian dari proses, mendampingi petani, berdiskusi tentang tanaman, merawat lahan, hingga memastikan semangat gotong royong tetap hidup.
Di bawah terik matahari, tangan-tangan bekerja tanpa banyak kata. Tanah menjadi tempat bertemunya pengabdian dan perjuangan. Benih jagung menjadi simbol bahwa ketahanan pangan tidak lahir dalam sehari, tetapi tumbuh dari ketekunan yang terus dirawat.
“Dari Kampung Jambai Makmur, ada sebuah pesan sederhana, swasembada pangan dimulai dari lahan, dari petani, dan dari kebersamaan,”kata Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar.S.I.K melalui Kapolsek Kandis, Kompol Herman Pelani.S.H.,M.H, Minggu, 6 September 2026.
Sebab ketika Bhabinkamtibmas dan petani berjalan bersama, setiap baris tanaman jagung bukan hanya menghadirkan hijau di hamparan tanah, tetapi juga menumbuhkan optimisme bagi kehidupan yang lebih kuat dan mandiri.
(red)
