TPT di Kampung Pangrasan Desa Cibalung Direalisasikan, Warga Berharap Terhindar dari Ancaman Longsor

BOGOR – Pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) di Kampung Pangrasan, RW 05, Desa Cibalung, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, mulai direalisasikan pada Jumat (30/10/2026). Pembangunan tersebut disambut baik masyarakat karena dinilai penting untuk menjaga kestabilan tanah serta mencegah potensi longsor di sekitar jalan dan permukiman warga.

Pembangunan TPT ini menjadi salah satu upaya peningkatan infrastruktur desa, khususnya di wilayah yang memiliki kondisi geografis berupa tebing dan berpotensi mengalami pergeseran tanah saat curah hujan tinggi.

Adapun pembangunan TPT tersebut memiliki volume panjang 240 meter, lebar 0,30 meter, dan tinggi 2,2 meter. Kegiatan ini bersumber dari Bantuan Keuangan Infrastruktur Desa dengan nilai anggaran sebesar Rp452.300.000.

Pelaksanaan pekerjaan dilakukan secara swakelola oleh masyarakat bersama Tim Pelaksana Kegiatan (TPK), sehingga diharapkan dapat memberikan manfaat langsung sekaligus melibatkan partisipasi warga dalam pembangunan desa.

Saat dikonfirmasi awak media di lokasi pekerjaan, Muksin selaku Kepala Dusun (Kadus) menjelaskan bahwa pelaksanaan pembangunan telah diupayakan sesuai dengan gambar dan spesifikasi teknis yang ditentukan.

“Kami sudah berupaya semaksimal mungkin melaksanakan pekerjaan ini sesuai dengan gambar. Dari segi material maupun penggalian fondasi, kedalamannya juga sudah disesuaikan. Memang tebing ini perlu diturap karena dikhawatirkan terjadi longsor. Apalagi kondisi jalan sudah mulai mengalami keretakan,” ungkap Muksin.

Di tempat yang sama, Jejen turut menyampaikan apresiasinya atas pembangunan TPT tersebut. Menurutnya, keberadaan tebing yang cukup dekat dengan badan jalan menjadi perhatian warga karena kondisi jalan terlihat mulai miring.

“Ini sangat bermanfaat karena tebing hanya berjarak beberapa meter dari pinggir jalan. Kondisi jalan juga sudah agak miring. Mudah-mudahan dengan adanya pembangunan tembok penahan tanah ini dapat menahan pergerakan tanah dan mencegah terjadinya longsor,” ujar Jejen.

Masyarakat berharap pembangunan TPT tersebut dapat memberikan perlindungan terhadap lingkungan sekitar, menjaga keamanan akses jalan, serta mengurangi risiko longsor, terutama ketika memasuki musim penghujan.

Dengan terealisasinya pembangunan infrastruktur ini, diharapkan kondisi lingkungan Kampung Pangrasan semakin aman dan aktivitas masyarakat dapat berjalan lebih nyaman.

Reporter: MD Bustomi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *