Tiga Point Upaya Membangun Ekonomi Inklusif dan Tangguh

Presiden RI Joko Widodo, setibanya di San Fransisco, Amerika Serikat. (Foto: BPMI Satpres)

San Fransisco – Presiden RI Joko Widodo, pada Sesi II Konferensi Tingkat Tinggi Asia-Pasific Economic Cooperation (APEC) 2023 menyampaikan tiga poin terkait upaya membangun ekonomi inklusif dan tangguh, di San Fransisco, Amerika Serikat, Sabtu (18/11/2023).

Namun, sebelum menyampaikan ketiga hal tersebut, Presiden mengajak para pemimpin APEC untuk sejenak memikirkan masyarakat di Gaza.

“Janganlah berbicara mengenai hak pembangunan, hak mereka untuk hidup saja, tidak dihormati,” kata Presiden Joko Widodo, mengawali pernyataannya.

Oleh karena itu, Presiden mendesak para Pemimpin APEC untuk sejenak memikirkan perang, segera mulai gencatan senjata, dan membantu agar bantuan kemanusiaan yang diperlukan untuk hidup masyarakat dapat menjangkau masyarakat di Gaza.

Tiga point yang disampaikannya dalam Sesi ke- II tersebut, pertama, pentingnya semangat kolaborasi.

Kebersamaan dan strategic trust diperlukan untuk mewujudkan Visi APEC 2040 dan mempertahankan relevansi APEC.

Kedua, pentingnya ketangguhan rantai pasok global. Ketahanan ekonomi kawasan harus diperkuat dengan mengurangi ketergantungan rantai pasok global pada negara tertentu.

Negara berkembang harus berperan dalam rantai pasok global, termasuk melalui hilirisasi yang penting untuk lompatan pembangunan.

Ketiga, kata Presiden Joko Widodo, APEC harus bekerjasama menjembatani kesenjangan digital melalui sinergi kebijakan dan penguatan infrastruktur.

Integrasi UMKM ke dalam ekosistem digital sangat penting untuk memperkuat ketahanan UMKM sebagai penopang ekonomi. Presiden menyampaikan, Indonesia mentargetkan digitalisasi di tahun 2024. (KL/AD).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *