Jakarta – Muktamar Pemikiran Nahdlatul Ulama Tahun 2023 tidak melibatkan politik atau ekonomi bisnis, tetapi akan fokus mendiskusikan pembahasan yang lebih luas yaitu masyarakat.
“Di dalam muktamar ini, kita fokus berbicara mengenai masyarakat. Kita tidak bicara mengenai politik juga ekonomi bisnis, meskipun kita tahu perkembangan industri dan bisnis mempengaruhi masyarakat. Tapi fokus kita adalah masyarakat,” kata Rumadi Ahmad (Anggota Steering Commitee Muktamar Pemikiran NU 2023), di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Kamis (30/11/2023).
Tema besar yang diangkat ujarnya, yakni Imagining The Future Society (Mengimajinasikan Masyarakat di Masa Depan.
“Kita mengimajinasikan tentang masyarakat masa depan. Ini sengaja diambil sekarang ini, karena kami sadar betul suasana saat ini orang berkonsentrasi mencari dukungan ke sana-kemari dan hampir tidak ada gagasan besar yang dibicarakan di ruang-ruang konstetasi itu,” katanya.
Rumadi menyatakan bahwa dalam konteks Pemilu, banyak perhatian terpusat pada upaya mencari dukungan dan kurangnya diskusi tentang gagasan besar. Namun demikian, NU ingin menjauh dari jebakan politik kontestasi.
“Kami di Nahdlatul Ulama tidak ingin terjebak di dalam ruang konstestasi politik. Tapi kami ingin membuat terobosan dengan memikirkan terutama masyarakat masa depan untuk NU dan Indonesia,” paparnya.
Rumadi menjelaskan, penting memahami bahwa perkembangan masyarakat dipengaruhi tiga kekuatan utama, yaitu ekonomi bisnis, negara dan masyarakat itu sendiri. Meskipun ada struktur negara yang membentuk masyarakat, sebaliknya struktur negara juga bisa dipengaruhi oleh dinamika internal masyarakat. Begitu juga dengan kekuatan ekonomi bisnis yang turut membentuk dan dipengaruhi oleh masyarakat dan struktur negara.
Sementara itu, menurut Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) PB NU, Hasanuddin Ali, Muktamar Pemikiran NU akan dilaksanakan mulai 1 hingga 3 Desember 2023 bertempat di Asrama Haji, Pondok Gede, Jakarta.
Muktamar selama tiga hari tersebut dikemas dengan santai tetapi sarat dengan gagasan keilmuan. Ia menyebutkan satu per satu agenda lengkap Muktamar Pemikiran NU yang akan dibuka pada Jumat malam ini (1/12/2023).
“Lakpesdam PBNU sudah menyiapkan beberapa agenda penting yang diharapkan semua peserta dan narasumber hadir di Asrama Haji,” jelasnya.
Rencananya terdapat laporan dari Ketua PB NU sekaligus Panitia Penyelenggara, KH Ulil Abshar Abdalla dan dihadiri oleh Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Prof. Muhammad Ali Ramdhani.
KH Ulil Abshar Abdalla atau Gus Ulil menyatakan, hasil dari Muktamar Pemikiran NU 2023 akan memuat usulan konstruktif tentang bagaimana membangun masyarakat ideal masa depan.
Hasil tersebut akan diajukan sebagai usulan kepada PB NU untuk masukan tentang visi dan langkah konkret dalam membangun masyarakat yang diidealkan.
“Kita tidak bisa mengatakan hasilnya akan kita usulkan kepada PB NU sebagai salah satu masukan tentang bagaimana membangun corak masyaralat yang kita idealkan di masyarakat masa depan,” kata Gus Ulil.
Gus Ulil juga menegaskan bahwa hasil yang ditelurkan dari forum nantinya tidak hanya terbatas pada konteks NU atau Islam, tetapi merangkul seluruh corak masyarakat yang diinginkan untuk Indonesia secara keseluruhan. (AD).
Beranda
Berita Daerah
Muktamar Pemikiran NU Tidak Bahas Politik atau Ekonomi Bisnis, Tetapi Fokuskan Diskusi tentang Masyarakat
Muktamar Pemikiran NU Tidak Bahas Politik atau Ekonomi Bisnis, Tetapi Fokuskan Diskusi tentang Masyarakat

