Breaking News
PEKANBARU – Ribuan masyarakat mengikuti kegiatan Pekanbaru Lestari Run 5K yang digelar dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Pekanbaru ke-242, Minggu (14/6/2026). Kegiatan yang dipusatkan di Jalan Gajah Mada, Kecamatan Pekanbaru Kota tersebut berlangsung meriah dengan diikuti sekitar 2.000 peserta dari berbagai kalangan. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wali Kota Pekanbaru H. Agung Nugroho, S.E., M.M., Kapolresta Kombes Pol. Muharman Arta, S.I.K., M.H., Wakil Wali Kota Markarius Anwar, S.T., M.Arch., Karo Rena Polda Riau Kombes Pol. Daniel Widya Mucharam, S.I.K., M.P.A. mewakili Kapolda Riau, Kepala BNN Kota Kombes Pol. Dr. Wawan, S.H., M.H., para kepala OPD, kepala dinas, serta unsur Forkopimda dan masyarakat. Sebelum kegiatan dimulai, terlebih dahulu dilaksanakan apel kesiapan pengamanan yang dipimpin Kabag Ops Polresta Pekanbaru Kompol Tri Budiyanto, S.H., S.I.K. Dalam arahannya, seluruh personel pengamanan diminta untuk tetap siaga di titik masing-masing, meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan kamtibmas, serta melaksanakan pengamanan secara maksimal guna menjamin keamanan dan kelancaran kegiatan. Pengamanan kegiatan melibatkan sebanyak 308 personel gabungan yang terdiri dari Polresta Pekanbaru, Satpol PP Kota Pekanbaru, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, dan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Pekanbaru. Kegiatan diawali dengan registrasi peserta, dilanjutkan pembukaan oleh MC, doa bersama, serta menyanyikan lagu Indonesia Raya. Tepat pukul 06.30 WIB, Wali Kota Pekanbaru bersama unsur Forkopimda secara resmi melepas peserta Pekanbaru Lestari Run 5K yang menempuh rute melintasi sejumlah ruas jalan utama di Kota Pekanbaru dengan total jarak sekitar 5,5 kilometer. Selain mengkampanyekan gaya hidup sehat, kegiatan ini juga mengusung semangat pelestarian lingkungan. Para peserta diajak untuk mengumpulkan sampah yang ditemui selama berlari sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan dan keindahan Kota Pekanbaru. Dalam sambutannya, Wali Kota Pekanbaru menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, panitia, serta unsur pengamanan yang telah mendukung suksesnya kegiatan tersebut.Β  “Pekanbaru Lestari Run 5K bukan hanya menjadi ajang olahraga dan silaturahmi masyarakat, tetapi juga momentum untuk menumbuhkan kesadaran bersama dalam menjaga kebersihan lingkungan,” ucapnya. Setelah seluruh peserta mencapai garis finis, kegiatan dilanjutkan dengan pembagian medali, senam zumba bersama, pembagian hadiah bagi peserta terbaik, termasuk kategori pengumpulan sampah terbanyak, serta hiburan yang semakin menambah semarak perayaan HUT Kota Pekanbaru ke-242. Berkat sinergi seluruh pihak, rangkaian kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar hingga berakhir pada pukul 10.30 WIB. Kehadiran Polri bersama unsur pengamanan lainnya menjadi wujud komitmen dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat selama berlangsungnya kegiatan masyarakat berskala besar di Kota Pekanbaru. (red) Kapolres Kuansing Gelar Coffee Morning CJS, Perkuat Sinergi Antar Aparat Penegak Hukum Kapolresta Pekanbaru Turut Meriahkan Night Ride HUT Kota Pekanbaru ke-242, Kegiatan Berlangsung Aman dan Kondusif Amankan 18 Kendaraan Hasil Kejahatan, Polda Riau Bongkar Begal Sadis dan Sindikat Curanmor Polisi Bagikan Roti dan Air Mineral Untuk Massa Aksi Mahasiswa BEM UBK di Silang Selatan

Seluruh Aset Dikuasai Anak Kandung, Jasniah: Saya Iklas Jika Berbagi, Tapi Jangan Serakah

Pandeglang (HSB) – Jasniah, seorang ibu di Pandeglang, Banten tidak pernah menyangka akan bermasalah dengan dua anak kandungnya sendiri bahkan hingga akan berujung ke ranah hukum.

Hal tersebut bermula dari dua anak Jasniah berupaya memiliki semua aset yang merupakan milik dari Almarhum orang tuanya.

“Semua harta peninggalan orang tua saya dikuasai sama mereka berdua (anaknya), padahalkan kita bisa saja berbagi,” ucap Jasniah, Kamis (26/10/23).

Mengingat kedua anaknya tersebut juga merupakan cucu dari Almarhum, Jasniah selaku orang tua mengaku tidak masalah jika kedua anaknya meminta bagian dari peninggalan Kakeknya.

“Tapi tidak dengan menguasai semuanya dan dilakukan diam-diam tanpa sepengetahuan saya,” ungkapnya.

Diungkapkan, bahkan hasil panen sawah saja, Ia tidak dapat merasakan sama sekali. Bahkan, lanjut Jasniah, Ia harus ditagih oleh orang karena menerima pembayaran sewa satu aset tanah yang berdiri Sistem Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET).

“Saya ditagih kembalikan uang yang saya terima, karena tanah tersebut katanya sudah jadi milik anak saya dan sudah bersertifikat,” paparnya.

“Saya juga bingung, ko bisa timbul sertifikat?,” tambahnya.

Terkait permasalahan tersebut, Jasniah mengaku sudah membuat laporan ke Polres dan berharap ada penyelesaian.

“Sampe sekarang belum ada titik terang, dan malah kaya tidak bergerak laporan saya, saya bingung mau kemana lagi, saya hanya ingin selesai baik-baik dan saya ikhlas kalau peninggalan orang tua saya dibagi karena mereka anak kandung saya, tapi jangan serakah,” pungkasnya.

Hingga berita ini ditayangkan, masih dilakukan upaya meminta keterangan dari dua anak Jasniah.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *