Banner IDwebhost

Hasil Pemantauan Harga dan Pasokan Bawang Putih di Kota Bandung

Bandung | HSB – Lina Rosmiati, Kepala kantor Wilayah III KPPU merespon pernyataan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian pada Rapat Koordinasi Inflasi hari Senin 13 Mei 2024, yang menyatakan realisasi impor bawang putih baru 93.815 ton atau 38% dari 244.194 ton kuota, dan adanya kekhawatiran stok masih
disimpan dan akan dilepas saat harga naik.

“Maka dengan ini KPPU melalui Kantor Wilayah yang tersebar di 7 Kota yaitu: Medan, Lampung, Bandung, Surabaya, Samarinda, Makassar dan D.I.Yogyakarta secara serentak melakukan pemantauan ke lapangan untuk mendapatkan informasi harga dan pasokan bawang putih yang akurat di daerah masing-masing,” kata dia dalam keterangan tertulis, Minggu (19/5/24).

Ia mengatakan, Kanwil III KPPU melakukan pemantauan ke 3 pasar tradisional di Kota Bandung, yaitu
Pasar Kosambi, Pasar Sederhana dan Pasar Gedebage. Pemantauan dilakukan dengan survey kepada 45 pedagang bawang putih di ketiga pasar tersebut.

Rata-rata harga bawang putih saat ini adalah Rp42.300/kg. Harga tersebut dinilai terlalu tinggi oleh 70% pedagang dan menurut 60% pedagang kenaikan harga bawang putih telah menurunkan volume penjualan mereka.

“Meskipun harga bawang putih masih tinggi, para pedagang tidak kesulitan dalam mendapatkan pasokan. Pasokan bawang putih 90% diperoleh dari pasar induk dan supplier. Para pedagang berharap harga bawang putih dapat stabil dikisaran Rp27.000-Rp32.000/kg,” ujarnya.

Kanwil III KPPU, kata dia, akan terus memantau pergerakan harga bawang putih dan pasokannya untuk memastikan ada atau tidak adanya perilaku pelaku usaha yang menyebabkan kenaikan
harga.

Sebagai informasi, pada tahun 2014 melalui Perkara Nomor 05/KPPU-I/2013 tentang Dugaan Pelanggaran Pasal 11, Pasal 19 huruf c, dan Pasal 24 Undang-undang Nomor 5 Tahun 1999 terkait Importasi Bawang Putih, KPPU menghukum 19 importir bawang putih dengan memberikan total denda sekitar Rp13,3 miliar.

KPPU menilai importir telah dengan sengaja membatasi peredaran bawang putih di pasaran sehingga mengakibatkan kenaikan harga.
Setelah melalui proses keberatan dan kasasi yang panjang, pada tanggal 25 April 2018 Mahkamah Agung mengabulkan kasasi KPPU, sehingga 19 importir harus membayar denda
ke Negara.

Kami menghimbau kepada masyarakat yang menemukan adanya praktik penimbunan/menahan pasokan bawang putih agar dilaporkan ke KPPU Kanwil III di nomor telepon: 022-20506680 atau email: kanwil3@kppu.go.id.

(Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *