Satu Tahun Paste Band: Wadah Solid Pemersatu Musisi Jalanan dari Berbagai Sudut Kota Hujan

BOGOR – Tepat pada Rabu, 20 Mei 2026, kelompok musik yang lahir dari ruang publik Kota Bogor, Paste Band (Paste Musik), genap menginjak usia satu tahun. Guna memperingati hari jadi pertamanya, kelompok yang beranggotakan para musisi jalanan ini menggelar acara perayaan sederhana namun sarat makna.

​
Meskipun sempat diguyur hujan, acara Anniversary 1 Tahun Paste Band tersebut tetap berlangsung dengan penuh kehangatan dan semangat kebersamaan di Taman Ekspresi, Sempur, Kota Bogor, pada Sabtu (23/5/2026) sore.
​
Lokasi ini dipilih bukan tanpa alasan. Taman Ekspresi merupakan saksi sejarah awal berdirinya kelompok ini, yang setahun lalu lebih dikenal dengan nama Pasukan Taman Ekspresi.

Kelompok ini mengawali kiprahnya setelah diberikan ruang oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor untuk menghibur warga memanfaatkan fasilitas umum, termasuk di Alun-Alun Kota Bogor.

​Koordinator Musisi Jalanan Kota Bogor, Bunda Astri, mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian satu tahun Paste Musik.

Ia menjelaskan bahwa kelompok ini pada awalnya merupakan gabungan dari berbagai musisi jalanan yang kerap beraktivitas di sudut-sudut kota, hingga akhirnya melebur menjadi satu wadah yang solid.
​
Bunda Astri berharap, momentum ulang tahun pertama ini dapat menjadi batu loncatan bagi para personel Paste Band untuk terus berkembang dan merangkul lebih banyak rekan seprofesi agar semakin guyub.
​
“Harapan kedepannya untuk Paste, ya semoga bisa naik kelas, lebih baik lagi. Tidak hanya tampil di taman-taman saja, tapi bisa melangkah lebih jauh ke dapur rekaman (recording). Siapa tahu nanti ada label musik yang melirik mereka untuk naik kelas,” ujar Bunda Astri di sela-sela kegiatan, Sabtu (23/5).

​Senada dengan hal tersebut, perwakilan dari Paste Musik, Ikbal M. Syah, mengaku tidak menyangka wadah yang awalnya dibentuk hanya untuk bersenang-senang ini bisa mendapat sambutan yang luar biasa dari masyarakat.

Program yang awalnya diinisiasi bersama Wakil Walikota Bogor tersebut kini telah tumbuh menjadi identitas baru bagi mereka.

​”Di sini kita awalnya buat senang-senang saja, karena ini juga bagian dari program Pak Wakil. Tapi alhamdulillah, sambutan dari penonton dan warga Bogor bagus banget. Harapannya sih program seperti ini bisa terus ada,” kata Ikbal.
​
Ikbal menambahkan, keberadaan ruang kreatif di fasilitas publik seperti Taman Ekspresi dan Alun-Alun Kota Bogor sangat krusial.

Menurutnya, warga Kota Bogor sangat membutuhkan alternatif hiburan gratis yang positif tanpa harus selalu datang ke kafe atau tempat hiburan berbayar.
​
Berkat ruang publik tersebut, pintu rezeki dan profesionalisme para musisi jalanan ini ikut terbuka. Saat ini, Paste Musik memiliki jadwal rutin menghibur pengunjung di Bogor Trade Mall (BTM) setiap hari Minggu sampai Kamis, mulai pukul 13.00 hingga 20.00 WIB.

Tak hanya itu, pada hari Jumat, para personelnya secara mandiri juga telah dipercaya untuk tampil secara live di sejumlah kafe ternama di Bogor, seperti Dimitri, Kabin, hingga Lautan Rasa.

​Kendati mengapresiasi ruang yang telah diberikan oleh Pemkot Bogor, Ikbal mencatat masih ada beberapa hal yang perlu dievaluasi demi optimalisasi penampilan mereka di masa mendatang, terutama menyangkut mobilitas dan prasarana penunjang alat musik yang selama ini mayoritas masih diupayakan secara mandiri.
​
Sebagai penutup, Ikbal mengingatkan rekan-rekan sesama musisi jalanan untuk terus menjaga amanah dan kepercayaan yang telah diberikan oleh pemerintah daerah dan masyarakat.

​Ia menekankan pentingnya bagi seluruh musisi untuk memiliki kesadaran bersama dalam menjaga ketertiban serta melestarikan budaya bermusik yang sehat dan positif di Kota Hujan.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *