Bogor | HSB – Proyek pembangunan jalan Bojonggede–Kemang, Kecamatan Tajurhalang, Kabupaten Bogor, telah melalui proses pengujian laboratorium oleh UPT Kelas A Cibinong untuk memastikan mutu beton sesuai standar teknis. Langkah ini menjadi bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kualitas infrastruktur sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Penyelenggaraan Jalan Kabupaten/Kota, dengan nilai kontrak sebesar Rp31,5 miliar. Proyek dikerjakan oleh PT Trimanunggal Karya dan diawasi oleh PT Ganesha Pratama Consultant, dengan masa pelaksanaan selama 130 hari kalender.
Kepala UPT Laboratorium Bahan Konstruksi Kelas A Kabupaten Bogor, Atev H Deris saat dikonfirmasi, membenarkan bahwa pengujian telah dilakukan terhadap sampel beton dari lokasi Pekerjaan.
“Setiap pengecoran kami ambil sampel dan diuji kuat tekan di laboratorium. Hasilnya menunjukkan mutu beton FC 25 ini beton untuk pekerjaan pondasi bore pile sesuai dengan spesifikasi yang dipersyaratkan serta mendorong tercapainya target retribusi PAD UPT Laboratorium DPUPR,” ujarnya. Selasa (07/10/25).
Pengujian ini menjadi bagian penting dalam pengawasan mutu pekerjaan infrastruktur.
“Kami ingin memastikan bahwa pembangunan ini tidak hanya cepat, tetapi juga berkualitas. Jalan yang baik akan menunjang mobilitas masyarakat serta memperlancar arus distribusi barang dan jasa,” katanya.
Pembangunan jalan Bojonggede–Kemang ini diharapkan memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kas daerah melalui pergerakan ekonomi yang lebih lancar dan peningkatan aktivitas perdagangan masyarakat sekitar. Selain itu, konektivitas antarwilayah juga semakin terbuka, mendukung daya saing daerah secara keseluruhan.
(DevChoz)

