Harian Sinar Bogor

Menyajikan Berita Teraktual dan Terpercaya

Polda Metro Jaya Laksanakan Pelayanan Penyampaian Aspirasi Mahasiswa, Rekayasa Lalu Lintas Bersifat Situasional

Jakarta — Polda Metro Jaya melaksanakan pelayanan pengamanan kegiatan penyampaian pendapat di muka umum yang berlangsung di depan Mabes Polri. Sebanyak 3.992 personel dikerahkan, terdiri atas 3.093 personel Polda Metro Jaya dan diperkuat personel dari polres jajaran. Pelibatan personel ini dilakukan untuk memastikan aksi berjalan tertib sekaligus menjaga agar aktivitas masyarakat tetap kondusif, khususnya pada bulan suci Ramadan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto menyampaikan bahwa Polri hadir dengan mengedepankan pendekatan humanis dan memperhatikan hak asasi manusia. Ia menegaskan, polisi tidak hanya bertugas menegakkan hukum, tetapi juga berperan sebagai penjaga kehidupan, pembangun peradaban, serta pelindung kemanusiaan. “Polisi berperan sebagai penjaga kehidupan, pembangun peradaban, dan pejuang kemanusiaan. Dalam pelaksanaan tugas, kami mengedepankan pelayanan, perlindungan, serta penegakan hukum secara humanis,” ujarnya.

Menurutnya, ribuan personel tersebut ditempatkan di sejumlah titik strategis, termasuk kawasan pusat aktivitas masyarakat dan jalur lalu lintas utama. Penempatan ini bertujuan agar hak konstitusional masyarakat dalam menyampaikan pendapat tetap terlindungi tanpa mengganggu kepentingan umum. “Hak menyampaikan pendapat dilindungi undang-undang dan kami menjamin itu. Namun, kami juga mengajak seluruh pihak untuk menjaga ketertiban serta tidak mudah terprovokasi,” kata Budi.

Polda Metro Jaya juga menyiapkan rekayasa lalu lintas dan pengalihan arus secara situasional sesuai perkembangan di lapangan. Langkah ini dilakukan agar tidak terjadi kepadatan yang berdampak pada aktivitas warga, terutama di momentum Ramadan. Masyarakat diimbau menyesuaikan rute perjalanan apabila terdapat pengalihan arus pada sejumlah ruas jalan.

Kepada peserta aksi, polisi meminta agar penyampaian pendapat dilakukan secara damai dan tertib, serta tetap menjaga norma, etika, dan nilai toleransi selama Ramadan. “Penyampaian pendapat silakan dilakukan dengan damai dan tertib. Kami akan melayani dan mengawal agar seluruh kegiatan, baik aksi maupun aktivitas masyarakat, dapat berjalan berdampingan secara aman dan kondusif,” tutupnya.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *