Rutan Surakarta Resmikan Kamar Persekutuan Doa “Rama Kawula”, Wujudkan Pembinaan Kerohanian yang Inklusif bagi Warga Binaan

Surakarta – Rutan Kelas I Surakarta kembali menegaskan komitmennya dalam memenuhi hak-hak warga binaan melalui peresmian Kamar Persekutuan Doa “Rama Kawula” sebagai sarana pembinaan kerohanian bagi warga binaan beragama Nasrani, Sabtu (27/06). Kegiatan yang berlangsung di Aula Laras Jiwo tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Rutan Kelas I Surakarta bersama Pendeta Dr. Lindin Anderson, M.Si. selaku Ketua STT Nusantara Salatiga, Pendeta Drs. Harun Sugiarno, M.Si. dari Yayasan Indonesia Bangkit dan Bersinar, Agus Saptiyono dari GKJ Klasis Surakarta, serta Ibu Veronika Bekti sebagai perwakilan Gereja Katolik Purbayan Surakarta.

Rangkaian kegiatan diawali dengan prosesi pelayanan ibadah yang berlangsung khidmat, meliputi doa pembuka, puji-pujian, persembahan, penyampaian firman Tuhan, hingga doa pemberkatan Kamar Persekutuan Doa “Rama Kawula”. Sebanyak 71 warga binaan beragama Nasrani mengikuti ibadah dengan penuh kekhusyukan sebagai bentuk penguatan iman dan pembinaan karakter selama menjalani masa pidana. Suasana penuh kebersamaan dan sukacita mewarnai seluruh rangkaian kegiatan yang menjadi momentum penting dalam pelayanan kerohanian di lingkungan Rutan Surakarta.

Pada kesempatan tersebut, Ketua Sekolah Tinggi Teologi Nusantara Salatiga menyampaikan apresiasi atas komitmen Rutan Surakarta yang terus menghadirkan pembinaan kerohanian secara berkelanjutan. Menurutnya, keberadaan Kamar Persekutuan Doa “Rama Kawula” diharapkan menjadi tempat bagi warga binaan untuk semakin mendekatkan diri kepada Tuhan, memperkuat nilai-nilai kasih, serta membangun semangat perubahan menuju kehidupan yang lebih baik.

Kepala Rutan Kelas I Surakarta, Bhanad Shofa Kurniawan dalam sambutannya menegaskan bahwa pemenuhan hak beribadah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sistem pemasyarakatan. “Peresmian Kamar Persekutuan Doa ‘Rama Kawula’ merupakan bentuk nyata komitmen Rutan Surakarta dalam menjamin terpenuhinya hak warga binaan untuk memperoleh pembinaan kerohanian sesuai agama dan kepercayaannya. Kami berharap tempat ini menjadi ruang pembentukan karakter, penguatan iman, serta menumbuhkan harapan baru agar warga binaan mampu memperbaiki diri dan siap kembali menjadi pribadi yang bermanfaat di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Sebagai puncak acara, Kepala Rutan Kelas I Surakarta bersama Ketua STT Nusantara Salatiga meresmikan Kamar Persekutuan Doa “Rama Kawula” secara simbolis melalui prosesi pengguntingan pita. Peresmian tersebut menjadi tonggak baru dalam penguatan program pembinaan kepribadian di Rutan Surakarta yang dilaksanakan secara inklusif tanpa membedakan latar belakang agama. Melalui fasilitas ini, Rutan Surakarta berharap seluruh warga binaan dapat memperoleh kesempatan yang sama untuk meningkatkan kualitas spiritual sebagai bekal menjalani proses pembinaan dan reintegrasi sosial di masa mendatang.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *