Surakarta – Rutan Kelas I Surakarta kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pelayanan pemasyarakatan yang humanis melalui kegiatan penyerahan bantuan sosial kepada keluarga warga binaan, Jumat (10/07). Bantuan diserahkan secara langsung oleh Kepala Rutan Kelas I Surakarta bersama jajaran pejabat struktural kepada 12 keluarga warga binaan yang telah ditetapkan sebagai penerima manfaat. Kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian Rutan Surakarta terhadap keluarga warga binaan sekaligus implementasi nilai-nilai kemanusiaan dalam penyelenggaraan pemasyarakatan.
Bantuan sosial yang diberikan berupa paket kebutuhan pokok guna membantu meringankan beban ekonomi keluarga warga binaan. Selain sebagai bentuk kepedulian sosial, kegiatan ini juga menjadi tindak lanjut pelaksanaan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam memperkuat kepedulian sosial serta menghadirkan pelayanan pemasyarakatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Rutan Kelas I Surakarta, Bhanad Shofa Kurniawan menyampaikan bahwa keluarga warga binaan merupakan bagian penting dalam proses pembinaan. Dukungan dan perhatian kepada keluarga diharapkan mampu memberikan semangat bagi warga binaan untuk menjalani masa pidana dengan baik serta mempersiapkan diri kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik.
βKegiatan bantuan sosial ini bukan sekadar memberikan paket sembako, tetapi juga menjadi wadah pertemuan warga binaan dengan keluarga serta sebagai bentuk kepedulian negara kepada keluarga warga binaan. Kami ingin menunjukkan bahwa pemasyarakatan tidak hanya berfokus pada pembinaan di dalam rutan, tetapi juga membangun hubungan yang harmonis dengan keluarga sebagai sistem pendukung utama keberhasilan reintegrasi sosial. Semoga bantuan ini dapat bermanfaat dan semakin mempererat kedekatan antara Rutan Surakarta dengan keluarga warga binaan,β ujar Kepala Rutan Kelas I Surakarta.
Melalui kegiatan ini, Rutan Kelas I Surakarta berharap dapat terus menumbuhkan semangat gotong royong, empati, dan kepedulian sosial di lingkungan pemasyarakatan. Sinergi antara petugas, warga binaan, dan keluarga diharapkan mampu menciptakan proses pembinaan yang lebih efektif, sehingga tujuan pemasyarakatan dalam membentuk warga binaan yang sadar hukum, bertanggung jawab, dan siap kembali menjadi anggota masyarakat yang produktif dapat terwujud.
(Red)

