Banner IDwebhost

Pentingnya Melestarikan Budaya: Dari Desa Untuk Indonesia

Muna, (HSB)- Pengabdian untuk mewujudkan Desa yang Bermutu, Maju, Adil dan Makmur.

Dalam rangka kontribusi Pemuda membangun Bangsa, dimulai dari desa dan menjadikan Desa Pola sebagai desa percontohan di Kabupaten Muna “Saya harap generasi muda harus lebih berani terlibat dalam proses politik, terutama dalam membangun desanya.

“Jangan takut memberikan gagasan-gagasan untuk membangun bangsa ini yang dimulia dari desa. Generasi muda saat ini adalah ujung tombak untuk mewujudkan Desa Maju dan Bermutu Untuk itu, jika Allah.SWT Menghendaki terpilih, Saya akan menggulirkan sejumlah program pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) guna investasi jangka panjang.” Pungkas Uben Ali Jaya.

Adapun program pertama yang dijalankan adalah Innovation Fellowship (Persekutuan Inovasi ). Tujuan program tersebut yakni mempersiapkan generasi muda untuk mengambil peran aktif dan positif dalam mensejahterakan masyarakat. Melalui program tersebut, saya ingin memberikan ruang bagi mahasiswa dan profesional muda yang cerdas, inovatif dan ingin berkontribusi pada bangsa dengan cara terlibat langsung dalam pengembangan dan penyelenggaraan program-program strategis.

PROGRAM – PROGRAM STRATEGIS YANG INSYA ALLAH KAMI TUNAIKAN SELAMA 6 TAHUN :

Bidang Pemerintahan
menciptakan pemeritahan yang baik (Good Government) perlu dilakukan beberapa hal ;

  1. PEMBENAHAN APARATUR PEMERINTAH DESA
    Aparatur pemerintah desa Pola perlu dibenahi dan dibina agar masing-masing bidang dapat berfungsi dengan baik dan melaksanakan tugas sesuai dengan tupoksi masing-masing, sehingga tidak tejadi tumpang tindih tugas. Dengan demikian diharapkan aparatur desa akan mendapat kepercayaan dari masyarakat.
  2. PENINGKATAN PELAYANAN PUBLIK
    Pelayanan terhadap masyarakat perlu ditingkatkan sehingga masyarakat dapat dengan mudah memperoleh pelayanan sesuai dengan kebutuhan dengan tidak membeda-bedakan status dalam masyarakat, sepanjang pelayanan yang dibutuhkan oleh masyarakat tidak bertentangan dengan norma-norma dalam masyarakat dan hukum yang berlaku.
  3. TRANSPARANSI KEUANGAN
    Untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada Kepala Desa dan aparaturnya, masalah keuangan harus transparan (terbuka). Transparansi keuangan yang dimaksud adalah dimana masyarakat harus mengetahui sumber-sumber keuangan yang didapat dengan pengalokasianya minimal satu kali dalam setahun dan membuat laporan kepada BPD dan disosialisasika kepada masyarakat melalui RT.
  4. SINERGISITAS DENGAN BPD
    Badan Permusyawaratan Desa (BPD) yang anggotanya merupakan tokoh/wakil masyarakat dan sebagai mitra sejajar Kepala Desa serta penampung aspirasi masyarakat harus diajak musyawarah terutama menyangkut masala-masalah yang strategis terhadap pembangunan didesa. Selan itu BPD juga dapat diminta pendapat sesuai dengan tugas dan fungsinya.

PROGRAM FISIK :

  1. PEMBANGUNAN DAN PENINGKATAN SARANA DAN PRASARANA UMUM ANTARA LAIN : JALAN, DAN DRAINASE
  2. PEMBANGUNAN DAN PENINGKATAN SARANA DAN PRASARANA OLAHRAGA YAITU, STADION BOLA MINI , LAPANGAN BOLA VOLI, LAPANGAN SEPAK TAKROW, DLL.
  3. PROGRAM PENINGKATAN AIR BERSIH DESA POLA
  4. PENINGKATAN PELAYANAN PASAR DESA POLA SEBAGAI WUJUD MENINGKATKAN SIKLUS EKONOMI DESA.
  5. PROGRAM KAMPUNG IKAN DESA POLA
  6. PROGRAM REVITALISASI PANTAI LEMBO SEBAGAI SPOT WISATA PANTAI DESA POLA
  7. PROGRAM REVITALISASI SUMUR TUA DESA POLA
  8. PEMBANGUNAN SARANA SENI DAN BUDAYA YAITU ALAT-ALAT TRADISIONAL DAN BUDAYA LOKALITAS DESA POLA
  9. PENINGKATAN SARANA IBADAH DAN MAJELIS MASJID DESA POLA
  10. PROGRAM SARANA KEAMANAN ANTARA LAIN PEMBANGUNAN POS KAMLING MASING – MASING DUSUN
  11. PROGRAM KOTAK LITERASI CERDAS (KOLECER) ADALAH KOTAK PERPUSTAKAAN MINI DESA POLA

PROGRAM SOSIAL KEMASAYARAKATAN
MAGRHIP MENGAJI_________

Maghrib Mengaji ini, merupakan bagian dari program Ungualan dengan para Majelis Masjid Ann’nur Desa Pola. Aktivitas mengaji dan membaca Al- Quran di masjid selepas melaksanakan shalat magrib, memang telah menjadi tradisi dan budaya umat Islam Indonesia sejak lama.Namun, seiring perkembangan zaman, tradisi baik ini sudah mulai pudar. Selepas magrib, masjid-masjid biasanya hanya diisi orangtua.Sementara anak-anak dan remaja lebih senang menghabiskan waktu untuk bermain Game di Hp.“Kita harus menjadi orangtua yang berhasil, ada beberapa ciri orangtua berhasil. Pertama, anak kita harus lebih cerdas dari orangtuanya, anak cucu harus lebih sehat dari orangtuanya, anak kita lebih makmur lebih sejahtera. Maka marilah kita berkumpul berlomba-lomba dalam kebaikan,” kata Uben “

PROGRAM PEMAJUAN KEBUDAYAAN DESA:

Pemajuan Kebudayaan Desa adalah membuka akses informasi, membuka akses jaringan dan membuka akses pasar bagi masyarakat Desa. Selain itu, program ini juga bertujuan sebagai wadah ekspresi serta membuka ruang-ruang budaya yang selama ini sudah banyak dilakukan oleh masyarakat Desa.

ADA 3 TAHAP PELAKSANAAN DESA BUDAYA :
Tahap pertama adalah Temukenali Potensi yang berlangsung pada berbagai macam acara budaya. Acara ini menggali dan mengungkap potensi budaya yang dimiliki desa dari sudut pandang masyarakat atau komunitas desa itu sendiri sebagai pemilik kebudayaannya
Tahap kedua, yaitu pengembangan yang dilaksanakan dengan menyusun konsep pengembangan potensi budaya oleh warga bersama dengan aparat desa serta melakukan pelatihan-pelatihan, sarasehan, webinar. Dimaksudkan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya masyarakat desa sesuai dengan potensi desa yang akan dikembangkannya.
Tahap ketiga ialah memanfaatkan potensi budaya melalui aksi nyata warga guna menyejahterakan masyarakat desa melalui pasar budaya, lokakarya, festival, dan pembuatan film dokumenter.

KAMPUNG HIJAU:

Dengan menerapkan asas pembangunan berkelanjutan melalui pelestarian fungsi lingkungan baik komponen abiotik, biotik maupun sosial, ekonomi, budaya serta kesehatan masyarakat. Program kampung hijau adalah program untuk melestarikan fungsi lingkungan sekitar agar tetap terjaga kelangsungannya. Untuk mewujudkan program kampung hijau ini dibutuhkan peran serta tiap elemen masyarakat dengan harapan hasil yang maksimal dari gerakan ini. Program kampung hijau dilakukan dengan beberapa cara yang berfungsi mengembalikan fungsi lingkungan yang telah rusak akibat permukiman kumuh. Komponen yang meliputi dari program kampung hijau ini yaitu pengolahan limbah rumah tangga, kebersihan dan keteduhan, menciptakan ruang terbuka hijau semaksimal mungkin, dan meningkatkan kualitas sanitasi lingkungan

DESA DIGITAL:

Desa Digital merupakan program pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan teknologi digital dan internet dalam pengembangan potensi desa, pemasaran, dan percepatan akses serta pelayanan informasi.

“Hari ini kita tunjukkan ke dunia bahwa ada Desa di Muna yang menjadi percontohan nasional tentang transformasi dari manual ke digital,” kata Uben”

Uben mengungkapkan, desa digital akan diperkenalkan, Nantinya seluruh pelayanan publik di desa akan didigitalisasi, terkoneksi dengan jaringan nirkabel, memiliki command center, akun media sosial untuk promosi dan berita, sistem e-commerce serta memiliki aplikasi yang sesuai dengan karakter dan potensi ekonomi di desa.

“Kita memulai visi digital inklusif untuk mengurangi ketimpangan dengan memulai program Desa digital yang ekonomi utamanya dibidang perikanan,Pertanian dan Perternakan untuk Desa Pola ini,” ungkap dia.

PROGRAM PENINGKATAN DAN PENGUATAN BUMDES:

BUMDes dikelola dengan mengutamakan keunggulan dari suatu desa.. BUMDes bisa berdiri dalam bentuk pengelolaan daur ulang sampah, pengelolaan desa wisata, penyewaan tenda, serta minimarket.Sehingga, BUMdes akan menjadi sumber utama penghasilan suatu desa. Dana yang dihasilkan pun dapat mendukung berbagai program memajukan desa BUMDes merupakan badan profit yang harus mampu meningkatkan PAD. Lembaga ini belum berfungsi karena belum ada usaha yang betul-betul dapat dikelola sehingga perlu diupayakan modal dan penguatan kelembagaannya.

BIDANG INDRUSTRI KECIL DAN KERAJINAN:

Indrustri kecil dan kerajinan berpotensi untuk bisa meningkatkan perekonomian. Hal ini perlu dibina dan dikembangkan untuk lebih maju lagi, salah satunya dengan membentuk kelompok pengrajin/pengusaha yang dikelola secara profesional serta mengupayakan bantuan dana dari dinas/UPT terkait.

PROGRAM PENINGKATAN PRODUKTIF PERTANIAN DAN PERTERNAKAN
Mengoptimalkan kelompok-kelompok Tani dan Perternakan agar lebih Produktif, Prukades (Program Penerapan Produk Unggulan Kawasan pedesaan) Dengan adanya Prukades. Program ini bertujuan untuk menciptakan produk unggulan yang diperoleh dari sumber daya desa tersebut. Dengan begitu, Prukades akan mendorong perekonomian suatu desa dalam kluster yang lebih produktif. Melalui program ini, ada insentif khusus agar desa dapat lebih fokus untuk mengembangkan berbagai produk unggulannya.

BIDANG LEMBAGA DESA:

  1. Pembenahan Kinerja Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa : Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPMD) adalah lembaga kemasyarakatan yang bertujuan menggerakan dan mengembangkan partisipasi, gotong royong dan fungsinya.
  2. Pembinaan Kinerja RT dan RW : Rukun Tetangga (RT) merupakan pemimpin yang paling bawah dan paling dekat dengan masyarakat. Permasalahan-permasalahan muncul dilingkungan masyarakat sehingga keberadaan RT,dan RW. Perlu dibina dalam menyelesaikan masalah dilingkunganya.
  3. Pembinaan Generasi Muda : Pembinaan generasi muda sangat penting karena generasi muda adalah pemilik negara dimasa yang akan datang. Oleh karena itu yang sangat penting menbina akhlak melalui pengajian-pengajian, ceramah agama, diskusi keagamaan melalui wadah Remaja Mesjid, Karang Taruna dan yang sejenisnya. Selain akhlak generasi muda harus kuat fisiknya yaitu melalui pembinaan olah raga, melalui wadah Karang Taruna, Club-club olah raga, yang semuanya untuk mendukung dan berperan dalam memajukan Desa Pola
  4. Pembinaan PKK : PKK merupakan wadah pembinaan ibu-ibu diharapkan peranya dalam masyarakat dapat meningkatkan peran ibu dalam pendidikan anak, meminimalisir kenalan remaja, pergaulan bebas kekerasan terhadap anak. Karena Ibu adalah pendidik anak yang pertama dan utama dalam keluarga, sehingga ketika anak remaja meskipun Anak Gaul tapi berakhlak mulia.

Uben Ali Jaya, S.Ars /Uben, lahir di Desa Pola, 23 Januari 1990 umur 31 tahun adalah seorang Arsitek muda. Pendidikan terakhir S1 ARSITEKTUR. Status Menikah. Beliau anak terakahir dari 4 bersaudara. Aktifitas sehari-hari sebagai Konsultan Arsitek dengan membuka usaha Perusahaan Konsultan Perencana, usaha ini sudah dijalani sejak tahun 2016 sampai dengan sekarang. Dengan kemauan sendiri dan dukungan keluarga serta dukungan masyarakat beliau mendaftar sebagai calon kepala Desa Pola 2022-2028. Pengalaman kerja dan organisasi yang pernah diikuti sebagai Kordinator Bidang Humas Forum Dakwa Islam Muna Timur,Ketua Bidang Kemahsiswaan BEM TEKNIK 2009- 2014 ,Ketua IKATAN ALUMNI SMAN 1 PASIR PUTIH 2016-2017, Kodinator Pemuda Pancasila Kec. Pasir Puith, Ketua DPC PKS Kecamatan Pasir Puith dan Ketua Bidang Keprofesian Arsitek di IAI Sultra.

ED. (RZ)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *