Ketua Sundawani wirabuana Aan Sopian Berikan Bantuan kepada para pengungsi yang Terkena Dampak Gempa Bumi

Cianjur, Jabar (HSB) – ketua Sundawani wirabuana kab Bandung dan jajaran nya, meninjau langsung sejumlah lokasi terdampak gempa bumi dalam kunjungannya ke Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat, pada Kamis, 24 November 2022. Dalam kesempatan tersebut, Aan Sopian menyapa sekaligus memberikan bantuan kepada para pengungsi yang menjadi korban gempa magnitudo 5,6 tersebut.

“Ini untuk para pengungsi yang terdampak kepada Bapak-Bapak dan Ibu-Ibu yang di tempat pengungsian ,” ujar Aam sopian, kepada para pengungsi di tempat pengungsian kp goledag Desa sukamenakl, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur.

Aan Sopian juga meminta para pengungsi untuk sabar dalam menghadapi cobaan berupa bencana alam ini. dan menjelaskan semoga pemerintah akan segera memberikan sejumlah bantuan kepada para pengungsi yang rumahnya mengalami kerusakan.

“Semuanya sabar. Pemerintah akan segera (memberikan bantuan) nanti bisa dibangun sendiri, bisa dibangunkan oleh pemerintah, nanti akan segera dilaksanakan kalau sudah situasinya mereda,” ungkap nya.

Sementara itu, Adi Iskandar yang merupakan Ketua RW 05 kp goledag di Desa Sukamenak kec Cugeunang mengaku sangat bersyukur atas kehadiran ketua Sundawani wirabuana Aan sopian dan jajaran nya di wilayah tersebut. “Saya sangat sangat bersyukur karena kampung saya bisa dikunjungi oleh Bapak ketua langsung ke wilayah saya,” ucap Adi iskandar

Adi juga mengungkapkan bahwa ketua Sundawani wirabuana turut memberikan bantuan sembakau untuk diberikan kepada warga pengungsi dalam rangka memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

“Peruntukannya yaitu buat kebutuhan seluruh warga kp goledag RW 005, baik itu buat menambah kebutuhan Se hari harinya,” tutur Adi Iskandar slalu ketua RW.

Adi pun berharap pemerintah dapat segera melakukan pembangunan terhadap rumah-rumah warga yang rusak akibat gempa bumi. Menurut Adi, hampir 50 persen rumah warga yang ada di wilayah tersebut mengalami kerusakan.

“Besar harapan pembangunan untuk rumah tersebut yang sudah hancur. karena dari sekian banyak rumah di sini, yang hancur itu bisa dikatakan 50 persen, yang rusak berat,” tandasnya.

{ Yan s }

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *