Sukabumi (HSB) – Pembangunan infrastruktur di wilayah Kecamatan Batargadung terus berjalan, pembangunan selain dilakukan langsung pemkab Sukabumi, juga dilakukan di tingkat desa, khususnya pembangunan jalan.
Pembangunan salah satunya seperti yang dilakukan di Desa Limusnunggal, Kecamatan Bantargadung Sukabumi jawa barat.
Jalan Desa yang tepatnya di titik kampung Bojongsoka RT 001 RW 001 atau depan kantor balai Desa Limusnunggal, dengan volume 340 X 2,5 meter, pengaspalan kelas A SS -A dianggrkan “150.000.000” yang bersumber dari alokasi Dana Desa tahap II di tahun 2023, pelaksana pekerjaan tersebut oleh TPKDnya terpantau di lokasi.
Jika di ukur dalam estimasi panjang dari titik kampung bojongsoka sampai kampung kadupugur sepanjang kurang lebih satu kilometer (1000) meter, usai di perbaiki 340 meter berati lebih dari 660 meter keadaan rusak dan ringan juga berat, sisanya masih dalam PR Pemdes, mengingat jalan tersebut merupakan akses perekonomian warga sekitar.
Pembangunan jalan tersebut terang saja disambut gembira warga, salah satu tokoh masyarakat desa limusnunggal (55), menyambut baik pembangunan jalan tersebut, menurut dia,
” selama ini warga sangat berharap jalan yang sekarang usai di perbaiki selesai sampai tuntas hingga sampai kampung kadupugur nyambung ke kampung baru, nyambung lagi ke kampung kebon kapas tepat titik jalan kabupaten yang pada tahun 2022 selesai di perbaiki.
βTentu saja kami sangat gembira jalan ini usai di bangun oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Limusnunggal, dan ini merupakan bentuk perhatian, karena jalan sangat penting sifatnya yaitu tadi disebutkan tujuannya,β ungkap dia. Selasa (27/06/2023).
Selanjutnya, pihaknya berharap dengan usai dibangunnya jalan ini, akses perekonomian perekonomian masyarakat desa semakin mudah dan bisa membawa kemajuan perekonomian seutuhnya.
Di tempat terpisah pemilik warung ketika di konfirmasi,” membenarkan selama ini akses jalan yang rusak menjadi kendala dan turut andil terhadap tingginya biaya angkut barang hasil pertanian atau lainnya.
Terpantau, kepala Desa dalam memikirkan infrastruktur di wilayah bukan hanya jalan sekup desa saja, tetapi setiap jalan rusak yang ada di wilayah desa limusnunggal baik setatus jalan desa maupun kabupaten.
Seperti halnya jalan pasirsuren menuju kampung bojongsoka sampai dengan kampung kebonkapas, dulu sangat miris seolah warga terancam dengan rusak beratnya jalan tersebut, meski itu kewenangan pemda, tetapi kepala desanya mampu membangun komunikasi yang baik dengan pihaknya Bupati melalui Dinas PU sehingga sekarang bisa di nikmati hasil dari upaya pemdes.
Meski tinggal puluhan meter lagi dari pasirsuren sampai kampung bojongsoka yang rusak berat, namun saya optimis, dan pernah mendengar dari kades sendiri di 2024 akan di perhatikan dan di jawab oleh pemda, bahkan dua kilometer lagi kurang lebih, antara desa limusnunggal dengan desa ci jambe kecamatan cikidang jalan akan ada perbaikan” paparnya.
Berbalik kepada anggaran prioritas Dana Desa tahap II di tahun 2023, untuk pemdes limusnunggal di temui kepala Desa di kantornya menyampaikan,”
tinggal bersinergis baik pemdes dengan masyarakatnya, terutama pengguna jalan dalam mengangkut hasil bumi atau barang di sesuaikan dengan bobot jalan yang ada, agar jangan berlebihan kemudian harus merasa sama sama memiliki, terutama dalam pemeliharaan.
Yang di maksud pemeliharaan itu bukan dengan harus ada anggaran saja, prilaku pengguna jalan dalam mengangkut barang baik hasil bumi misalnya kapasitasnya jangan di samakan dengan bobot jalan nasional atau kabupaten, pastinya semua punya standaritas, dimana musim hujan tiba, pas kebetulan melihat saluran airnya terhambat, maka kesadaran diri untuk memperbaiki, kalau tidak sadar kita semua maka sampai kapanpun PR jalan tidak akan tuntas dan akan terjadi penumpukan anggaran kedepannya,” pungkasnya.
Muhtar Bt

