Kepala Desa Sempatkan Waktu Untuk Kontrol Pasang TPT, Padahal Waktunya Jam Istirahat Dirumah, DI Hawatirkan Ada Curang Dalam Pekerjaan

SUKABUMI (HSB) – Dalam mengantisipasi longsor dan menstabilkan kondisi tanah di musim hujan, Pemerintah desa Tarisi Kecamatan warungkiara kabupatrn sukabumi manfaatkan Dana Desa (DD) tahun 2023 yang regulasikan anggaranya untuk pasang Tembok Penahan Tanah (TPT) tepatnya di perkampungan tarisi.

Menurut Kepala desa Hj sutendi
bahwa di tahun ini 2023, pemerintah desa tarisi mengadakan kegiatan berupa pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) diantaranya, selain dikhawatirkan ada penggesaran tanah atau longsor, kewajiban pemdes menata wilayah desa tarisi mewujudkan infrastruktur sesuai harapan pemerintah dan masyarakat.

Pasalnya, bukan berarti saya tidak bisa membangun jalan desa agar tidak berasa sempit, ketika pengguna roda empat berpapasan lancar, terutama di area padat pemukiman rumah penduduk, namun lahan untuk pelebarannya tidak ada, bahkan bahu jalan yang seharusnya ada, namun terlihat hilang, faktor penyebab pemukiman yang dekat sekali dengan jalan, pada seperti ini paktanya. Kamis (06/07/2023).

Lanjut papar Hj Sutendi,” Namun, dari sekarang sudah saya pikirkan terkait perbaikan jalan, model houtmix kedepannya jalan-jalan yang ada di wilayah desa tarisi, harus rapih sedap di lihat, dalm hal ini tinggal masyarakat mau berkolaborasi membangun desa tarisi lebih baik lagi kedepan atau lebih maju.

Jelasnya pasokan anggaran dari pusat kedesa, itu untuk kepentingan masyarakat pada umumnya, timbal baliknya masyarakat harus mudah di ajak kolaborasi misalnya peningkatan bhakti sosial merawaj jalan, dan meciptakan aman dan tertib ini penting kita cerdas berpikir sadar kelingkungan kita, karena nilai manfaatnya untuk kita semua.

Pemdes selalu membuka kran ruang untuk terbuka, misalnya di kegiatan papan informasi di pasang agar wujud keterbukaan secara publik dan aturan diterapkan, terkadang masyarakat yang malu bertanya tinggal membaca pif gunanya sisi lain.

Lalu terkait kontrol dalam pekerjaan, justru saya mewajibkan kepada semua masyarakat desa tarisi harus sama -sama kontrol sosial, terutama dalam mutu kualitas, pastinya saya sebelum kegiatan dilaksanakan saya briefing TPKD agar paham tupoksi selaku pelaksana di kegiatan dan harus paham juga pada teknis, jangan sampai pembangunan tidak punya standar kualitas,

Di tempat terpisah, tidak sengaja kelompok warga yang curhat, terlihat sudut matanya sebentar lihat orang kerja, sebentar lirik Hj sutendi, selaku kepala desa tarisi, dan lanjut katakan sambil pegang rokok yang sebentar sebentar mengisap rokoknya,” baru kali ini saya lihat kepala desa mengawasi pekerjaan langsung.

Padahal ini sudah hampir jam 03.40 wib, biasanya kepala desa pulang dari kantor pulang kerumah istirahat, kiranya datang kerumah ganti baju sebentar, langsung kelokasi mengawasi pekerjaan, jarang-jarang dibumi peetiwi kepala desa seperti itu,”cetusnya.

Tenan yang satunya lagi sambut sahutan temannya,” bukan apa apa pak kades harus bertanggung jawab dalam keuangan negara, kalau pekerjaan ini jelek maka nama kades sendiri yang ikut jelek, mungkin itu maksudnya. ciri kepala yang sehat selalu menghawatirkan pekerjaan asal jadi,” sehingga luangkan waktu meski jam istirahat kelapangan,” pungkasnya.

Reporter : Muhtar Bt.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *