Musik Campursari, Selain Menghibur Juga Menanamkan Prinsip Kebersamaan Dalam Keberagaman

Endah Laras saat pentas campursari di Gedung Kebudayaan Kabupaten Karanganyar.

 

Jateng (HSB) – Campursari merupakan alunan tembang yang merakyat, mengisahkan berbagai latar kehidupan, sehingga diterima masyarakat karena disampaikan penuh dengan penjiwaan.

Inilah sebuah celoteh Endah Laras, usai menggelar pentas campursari, bertajuk “Endahing Budoyo Larasing Campursari”, yang digelar oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi RI, di Gedung Kebudayaan Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Selasa (31/10/2023).

Endah Laras, salah satu seniman yang telah 18 tahun berkecimpung di dunia musik campursari dengan balutan Brayat Endah Laras Orkestra.

Selain, Endah Laras, tampil pula dalam pentas tersebut antara lain Soimah, Cak Diqin, Nurhana, Woro Mustika, dan penyanyi cilik Gading Cenol.

Pengtas ini ditambahkan aksi kocak pelawak Marwot, Den Baguse Ngarso, Gundhis, dan Rio Srundeng, serta 80 seniman campursari, orkestra rampak kendang, maupun penari.

Menurut Endah Laras, keindahan campursari terletak pada paduan musik beralunan khas lokal yang dirancang secara rapi ditambah aransemennya yang sesuai dengan perkembangan masa.

Perhelatan di Karanganyar ini, bertujuan untuk mengingatkan kembali tentang campursari yang pernah berjaya dan digemari masyarakat sehingga makin kompetitif pada situasi saat ini, sekaligus membangun musisi campursari terus berkarya.

Tujuan lainnya, ditujukan juga untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda pada musik lokal sebagai bagian dari aset budaya Indonesia yang perlu disebarluaskan sehingga terus lestari.

Direktur Perfilman, Musik, dan Media, Kemendikbudristek, Ahmad Mahendra, mengamini kelebihan seni campursari tersebut.

“Musik campursari memiliki nilai sosial yang tinggi sejak dulu ketika pertama kali populer di masyarakat hingga perkembangan masa kini dengan kreasi aransemen,” tuturnya.

Mahendra menambahkan, musik campursari dapat diterima seluruh kalangan usia muda dan tua serta banyak disukai pula oleh etnik masyarakat lainnya. Hal tersebut menurutnya, menjadi kekuatan nilai sosial musik campursari yang menyatukan keberagaman.

“Semangat yang dibawa oleh musik campursari inilah yang mesti hadir dalam pemajuan kebudayaan Indonesia. Musik campursari bukan sekedar menghibur, namun juga menanamkan prinsip kebersamaan dalam keberagaman,” tutup Ahmad Mahendra. (AD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *