Selain acara pelestarian budaya, SangiRun Night Trail 2023 dimeriahkan juga dengan lomba lari.
Sragen (HSB) – Puncak acara SangiRUN Night Trail 2023 di Kabupaten Sragen, Provinsi Jawa Tengah digelar pada 4 hingga 5 Nopember 2023.
Kegiatan ini dilakukan untuk ketiga kalinya sebagai salah satu upaya pengembangan dan pemanfaatan Situs Cagar Budaya Sangiran sesudah penetapannya sebagai Warisan Budaya Dunia Nomor 539 oleh UNESCO pada tahun 1996 dengan nama “The Sangiran Erly Man Site.”
Acara ini hasil kerjasama antara Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi bersama dengan Pemerintah Kabupaten Sragen dan Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah. Serta didukung oleh BUMN, pihak swasta, dan masyarakat di sekitar kawasan warisan dunia Situs Manusia Purba Sangiran.
Hilmar Farid, Direktur Jenderal Kebudayaan, menyebutkan bahwa tahun ini Kemendikbudristek ingin mengajak masyarakat sekitar Sangiran untuk lebih terlibat dan turut serta dalam kegiatan-kegiatan yang menjadi rangkaian SangiRUN Night Trail 2023.
“Memasuki tahun ketiga pelaksanaan, kami ingin masyarakat Sangiran ikut menjadi bagian dalam penguatan ekosistem dan alam budaya Sangiran. Kegiatan ini tidak hanya melibatkan satuan kerja di lingkungan Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kemendikbudristek, melainkan juga didukung oleh Pemerintah, komunitas dan Masyarakat Kabupaten Sragen,” jelas Hilmar, di Jakarta, Jumat (3/11/2023).
Rangkaian kegiatannya dimulai dengan turunnya kurator mendampingi 25 desa di kawasan Situs Manusia Purba Sangiran, untuk membuat rancangan karnaval yang mengangkat pesan atau isu terkait kebudayaan atau ikon desa masing-masing, dikemas dengan seni instalasi dan pesan-pesan budaya sehingga pawai akan sangat menarik dipersembahkan untuk masyarakat sekitarnya.
Selain itu, terdapat lokakarya kuliner dan kurasi keragaman yang dilaksanakan dengan tagar “Kuliner Sangiran Naik Kelas”. Tujuannya untuk mengangkat kuliner tradisional masyarakat Sangiran akan lebih dikenal di tataran nasional maupun dunia internasional.
Tentu saja, hal tersebut mendorong masyarakat desa, melalui ibu-ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk mengembangkan kuliner tradisional yang layak jual dan menjadi bagian penting, ketika Situs Manusia Purba Sangiran dikelola oleh BLU Museum dan Cagar Budaya untuk semakin menarik pengunjung.
“Pameran UMKM, dan sajin 108 jenis makanan tradisional Sangiran pun dapat dicicipi oleh para pengunjung secara gratis,” seloroh Direktur Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan, Kemendikbudristek RI, Irini Dewi Wanti.
Untuk itu, Irini mengajak masyarakat beramai mengunjungi acara SangRun tersebit. Tak kalah penting dalam acara SangiRun 2023 tersebut, yakni lomba lari yang telah berlangsung di tahun ketiga.
Dua kategori lomba lari yang dipertandingkan, yakni lari 25K pada hari ini (4 Nopember 2023), yang diikuti oleh pelari profesional dan Fun Run 5K pada keesokan harinya yang diikuti oleh masyarakat umum.
Selama dua hari kegiatan, masyarakat akan dihibur dengan penampilan artis lokal dan artis ibukota seperti Nela Karisma, Dara Ayu ft. Bajol Ndanu Entertainment, dan Dory Harsa yang menyuguhkan pertunjukkan musik kontemporer.
Pelaksanaan rangkaian SangiRun Night Trail 2023, diharapkan berdampak positif bagi Situs Sangiran serta memberi manfaat kesejahteraan dan wisata budaya bagi masyarakat sekitar. (AD)

