Banner IDwebhost
Sosial  

Karawitan Kyai Wanakerta Hibur Ribuan Jamaah Di Masjid Raya Sheikh Zayed Solo

Solo – Suasana sore pada hari Selasa 2 April 2024 menjelang berbuka puasa ada yang lain di sudut halaman masjid Raya Sheikh Zayed Solo yaitu adanya alunan musik karawitan Kyai Wanakerta dari Kartasura yang di mainkan oleh kelompok sanggar Pamor yang di pimpin oleh seorang dalang muda yang bernama Ki Tulus Raharjo.

Lantunan musik karawitan yang di kolaborasi dengan rebana menghibur ribuan jamaah ngabuburit di halaman masjid raya Sheikh Zayed.banyak jamaah ikut larut dalam alunan musik karawitan dan lantunan tembang – tembang Jawa karya dari Kanjeng Sunan Kali Jaga seperti tembang lir – ilir,sluku – sluku batok,syiir tanpo waton dan cokot boyo yang di lantunkan Oleh Ustadz Joko Yulianto bahkan banyak jamaah yang ikut mengabadikan moment langka ini dengan mendokumentasikan lewat ponsel mereka.

Menurut Egi kordinator acara mengatakan bahwa selama bulan ramadhan acara ngabuburit di Masjid Sheikh Zayed Solo ini mengadakan hiburan – hiburan seperti musik Hadrah,tarian – tarian,musik akustik,pentas dalang cilik dan musik karawitan ini.Alhamdulillah antusias jamaah yang hadir di acara ngabuburit ini luar biasa terbukti setiap hari panitia menyediakan 7000 bungkus takjil dan iftar selalu habis yang di bagikan secara gratis untuk jamaah sebagai menu berbuka puasa.

Di tempat yang sama Ki Dalang Tulus Raharjo mengatakan bahwa
Gamelan Kyai Wanakerta sebagai sarana untuk menjaga eksistensi kebudayaan dan kelestarianya. Dengan adanya Gamelan Kyai Wanakerta sebagai fasilitas untuk belajar, sangat berpengaruh terhadap kalangan anak, remaja, dan dewasa karena dari berbagai tahapan usia mencoba dan merasakan bagaimana belajar dan bermain gamelan.

Tentu sangatlah senang dengan keberadaan Gamelan Kyai Wanakerta, membentuk karakter setiap pribadi agar mempunyai rasa untuk tetap memiliki kebudayaan yang kita miliki.

Pada hari ini Gamelan Kyai Wanakerta sebagai Fasilitas untuk mengiringi sajian Sholawatan yang berkolaborasi dengan gamelan di halaman utara Masjid Raya Sheikh Zayed Surakarta dalam acara mengisi acara ngabuburit menunggu waktu berbuka puasa.

Persiapan dari teman teman gamelan hadroh dan vokal sholawat kurang lebih hanya tiga minggu untuk berlatih, akan tetapi dengan tekat yang kuat mereka semua dapat menyajikan kolaborasi Sholawat Gamelan dengan baik. Bagi saya dengan adanya Gamelan Kyai Wanakerta, tentu sangat membuat suatu perubahan, dapat dilihat dari intensitas setiap orang belajar kebudayaan semakin meningkat. Harapan saya, semuanya dapat mempertahan rasa cinta akan kesenian, dengan adanya Gamelan Kyai Wanakerta.

Bentuk apresiasi juga di sampaikan oleh tokoh pemerhati budaya Kartasura KRT.Djuyamto HadiSasmito beliau mengatakan bahwa Apresiasi dan salut atas kesempatan yg diberikan oleh pengurus masjid Raya Syekh Zayed Solo kepada kesenian karawitan Kyai Wanakerta sekaligus membuktikan bahwa Islam tdk alergi pada seni budaya.

Acara ngabuburit di Masjid Sheikh Zayed berakhir ketika Adzan mulai berkumandang dan di tutup dengan acara berbuka puasa bersama.

Nug/Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *