Pemkab Bogor Diduga Tutup Mata Terhadap Rumah Tak Layak Huni di Cilebut Timur

Bogor | HSB – Deretan rumah reyot di Desa Cilebut Timur, Kecamatan Sukaraja, seolah menjadi bukti paling telanjang dari ketimpangan kebijakan Pemerintah Kabupaten Bogor. Di wilayah yang hanya berjarak beberapa menit dari pusat pemerintahan Kabupaten Bogor itu, puluhan keluarga masih tinggal dalam hunian rapuh yang tidak memenuhi standar keselamatan. Atap bocor, dinding lapuk, lantai tanah semuanya berdiri kontras dengan megahnya kompleks perkantoran pemkab yang hanya berjarak beberapa kilometer.
Kondisi itu memancing dugaan kuat bahwa Pemkab Bogor tutup mata terhadap persoalan rumah tidak layak huni (rutilahu), meski program perbaikannya gencar dipublikasikan setiap tahun. Di Cilebut Timur, suara warga sama, mereka merasa tidak terlihat oleh pemerintah.
“Seolah ada tembok tak kasat mata antara kami dan kantor bupati,” kata seorang warga yang rumahnya hanya ditopang kayu-kayu tua nyaris ambruk, Jumat (12/12/25)
“Dekat, tapi tidak pernah tersentuh bantuan.” keluhnya.
Padahal, dalam laporan resmi pemerintah, Sukaraja disebut sebagai salah satu kecamatan dengan prioritas penanganan rutilahu. Namun fakta di lapangan berbeda. Sejumlah warga mengaku hanya didata tetapi tidak pernah menerima tindak lanjut. Pendataan ulang pun berjalan tanpa transparansi menambah kecurigaan bahwa program rutilahu sering kali tersendat di tengah jalan, atau justru terserap ke wilayah lain yang lebih “strategis”.
Cilebut Timur akhirnya menjadi cermin dekatnya jarak dari pusat pemerintahan tidak menjamin dekatnya perhatian pemerintah. Program rutilahu yang seharusnya menyasar rumah-rumah dengan kondisi paling mengkhawatirkan justru gagal menyentuh wilayah yang berada tepat di depan mata.
Dalam konteks anggaran miliaran rupiah yang dialokasikan untuk perbaikan rutilahu setiap tahun, kelalaian seperti ini bukan sekadar kesalahan administratif tetapi bentuk ketidakadilan struktural. Dan sepanjang Pemkab Bogor tak membuka data, tak menjelaskan alur verifikasi, serta tak menunjukkan tindakan konkret, dugaan penutup-mata itu hanya akan semakin kuat.
(Red)









