Rutan Surakarta Berbudaya : Jadikan Sarana Pembelajaran, Dalami Sejarah dan Budaya di Museum Radya Pustaka

Surakarta – Sebagai wujud komitmen dalam menguatkan nilai-nilai budaya di lingkungan kerja, jajaran Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Surakarta melaksanakan kunjungan edukatif ke Museum Radya Pustaka, Kota Surakarta pada Selasa (21/07). Kegiatan ini merupakan implementasi dari slogan “Rutan Surakarta Berbudaya”, yang mendorong insan pemasyarakatan untuk tidak hanya profesional dalam menjalankan tugas, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap pelestarian seni dan budaya.

Museum Radya Pustaka yang dikenal sebagai museum tertua di Indonesia menyimpan beragam koleksi bersejarah, mulai dari naskah kuno, wayang, keris, gamelan, hingga artefak budaya Jawa. Melalui kunjungan ini, jajaran Rutan Surakarta memperoleh wawasan mengenai nilai-nilai sejarah, filosofi, dan kekayaan budaya yang menjadi identitas bangsa.

Kepala Rutan Surakarta, Bhanad Shofa Kurniawan menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak sekadar menjadi agenda kunjungan, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran untuk memperkuat karakter, memperkaya perspektif, serta menumbuhkan semangat dalam mengintegrasikan nilai-nilai budaya ke dalam pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan. Seni dan budaya diyakini mampu menjadi media pembentukan karakter, membangun empati, serta menginspirasi lahirnya inovasi dalam pembinaan warga binaan.

Sejalan dengan semangat Rutan Surakarta Berbudaya, hasil pembelajaran dari Museum Radya Pustaka diharapkan dapat menjadi inspirasi dalam mengembangkan program pembinaan berbasis seni dan budaya bagi warga binaan. Pendekatan tersebut tidak hanya berfokus pada peningkatan keterampilan, tetapi juga pada transformasi nilai, pelestarian budaya lokal, serta pembentukan pribadi yang lebih baik sebagai bekal untuk kembali berkontribusi di tengah masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Rutan Surakarta menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pemasyarakatan yang humanis, adaptif, dan berakar pada kearifan lokal. Dengan menjadikan budaya sebagai bagian dari proses pembinaan, Rutan Surakarta optimistis dapat mewujudkan pemasyarakatan yang tidak hanya membina, tetapi juga melestarikan warisan budaya bangsa bagi generasi mendatang.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *