Banner IDwebhost

Sistem Zonasi Membuat Orang Tua Murid Merasa kecewa Lantaran Anak Tercinta Gagal Masuk Sekolah Paforitnya

BOGOR, Hariansinarbogor.com- Masa liburan buat anak sekolah sebentar lagi akan selesai, dan waktunya mereka buat kembali ke sekolah. Bahkan beberapa sekolah sudah menyelesaikan masa liburannya minggu ini,

Tapi, anak yang baru masuk ke tingkatan sekolah baru yaitu dari SMP dan SMA banyak yang mengalami masalah pendaftaran. Entah karena terbentur peraturan baru tentang zonasi atau nama mereka tersingkir di web PPDB ketika mendaftar secara online.

Berdasarkan Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2017 Tentang Penerimaan Peserta Didik Baru yang dikeluarkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, beberapa tahun lalu para siswa diharuskan mendaftar sesuai dengan zonasi, atau berdasarkan radius zona rumah peserta didik ke sekolah.

Jadi, sekolah pasti menerima 90% siswa yang rumahnya berjarak dekat dekat dengan sekolah tersebut. Sedangkan 5% siswa yang diterima adalah mereka yang masuk jalur prestasi, sisanya dikhususkan buat siswa yang mengalami perpindahan domisili.

Banyak orang tua murid yang mengeluhkan sistem baru ini karena dinilai tidak adil. Orang tua merasa, seharusnya anak mereka bisa masuk ke sekolah impian nya. Tapi karena adanya peraturan ini anaknya jadi harus sekolah jauh di sekitar rumahnya.

Salah satu murid sebut saja Rizky ia tidak bisa melanjutkan sekolah di paforit nya yang ia dambakan dengan alasan pihak sekola di karenakan sistem zonasi.

Saat di jumpai oleh awak media pihak Sekolah negeri 1 Cigudeg yang diwakili oleh humas tersebut menyampaikan bahwa bukan hanya satu atau dua orang saja yang sempat datang ke sekolah tersebut,namun banyaknya orang tua murid yang berharap anaknya bisa masuk sekolah di SMAN 1 Cigudeg,

“Betul pak untuk jalur sistem zonasi saja sudah terisi 219 siswa dan target pencapaian 300 siswa.total gelobal keseluruhan 432 siswa 12 ruang kelas” Terangnya

“Kami pihak sekolah sudah berupaya sepenuhnya namun dengan terbenturnya sistem,kami pihak sekolah tidak bisa berbuat banyak.apalagi sekarang SMA sudah di rekomendasikan oleh provinsi,jadi semua data sekolah sudah terhendus oleh sistem.” Sambungnya Humas SMAN 1 Cigudeg

Lebih lanjut Iwan Wakil kepala sekolah dan juga sebagai kesiswaan menyampaikan.”Dengan adanya sistem jalur zonasi ini saya pribadi sangat miris bukan kami tidak mau berupaya, tapi kami terbenturnya dengan sistem.banyak pihak orang tua murid yang datang ke rumah saya,bahkan di sertai tekanan pun sudah.” Terangnya

Reporter : Budi/Bustomi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *