Banner IDwebhost

Cegah Bencana Muspika Kecamatan Kedungwaringin Gelar Rapat FPRB

Bekasi (Hsb)- Sehubungan dengan telah terbentuknya Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Tingkat Kabupaten Bekasi sesuai Surat Keputusan Bupati Bekasi Nomor HK.0202/Kep.338 BPBD/2022 Tentang Pembentukan Forum Pengurangan Risiko Bencana Daerah Kabupaten Bekasi, Pengurus Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Daerah Kabupaten Bekasi akan segera menindaklanjuti Pembentukan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Tingkat Kecamatan, Kelurahan dan Desa SeKabupaten Bekasi.

Dalam Rangka memberikan dukungan sepenuhnya terkait Pembentukan Forum Pengurangan Risiko Bencana hal tersebut berlangsung di
Aula PPKM Kantor Kecamatan Kedungwaringin RT 04 RW 02 Desa Kedungwaringin Kecamatan Kedungwaringin Kabupaten Bekasi Senin 5 September 2022.

Pembentukan Forum Penangulangan Resiko Bencana Tingkat Kecamatan Kedungwaringin tersebut Di Hadiri
Camat Kedungwaringin
Secam Kedungwaringin
Kasi Trantib Kecamatan Kedungwaringin
Babinsa Desa Kedungwaringin Sertu Purwanto Anggota Satpol PP Kecamatan Linmas Desa Sekecamatan Kedungwaringin.

Camat Kedungwarigin Drs.H.Asan Ashari
Dalam sambutannya mengatakan, FPRB adalah upaya mendorong peran serta stakeholder atau pentahelix yang terdiri dari unsur pemerintah, komunitas, dunia usaha, akademisi dan media dalam manajemen penanggulangan bencana, jadi segalanya kita siapkan mendekati Musim Penghujan tahun 2022 ini,” Kata Camat.

Sementara Sertu Purwanto selaku Babinsa Koramil 13 Kedungwaringin Kalau di kesehatan ada istilah lebih baik mencegah daripada mengobati. Nah Bencana juga lebih baik mencegah daripada menanggulangi, bahwa pada saatnya tanggap darurat FPRB juga ingin ikut membantu rescue, ya boleh saja, karena kita relawan kemanusiaan. Baik sebelum terjadi melakukan pencegahan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat. Kemudian tanggap darurat, dan setelahnya kita baru melakukan pemulihan melalui rehabilitasi dan rekonstruksi,” Ucapnya.

Harapan Babinsa Semoga Hasil Rapat FPRB ini dapat
membangun kesadaran masyarakat agar mengetahui wilayah sendiri yang memang berpotensi terkena bencana, seperti letak geografis Kabupaten Bekasi ada di daerah hilir yang banyak sungai atau muara.,” Pungkasnya.(Indrawiro/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *