Depok – Konferensi internasional Sejarah Publik dengan topik “Public History as the New Citizens Science of The Past”, telah sejak 21 hingga 23 Nopember 2023 di Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat.
Para pelaku sejarah publik Indonesia dengan sejarawan mancanegara yang tergabung dalam federasi internasional sejarah publik (The International Federation for Public History, saling berdiskusi dan berbagi pengalaman serta melihat perkembangan sejarah di tiap negara. Acara ini hasil kerjasama Direktorat Pembinaan Tenaga dan Lembaga Kebudayaan, Ditjen Kebudayaan, Kemendudristekdikti RI dengan Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIPB), Universitas Indonesia.
Konferensi dihadiri oleh narasumber internasional, antara lain: Prof. Tanya Evans (President of The International Federation for Public History), Prof. David Dean (Carleton University, Ottawa), Prof.Thomas Cauvin (University of Luxembourg), dan Prof. Paul Ashton (University of Technology Sydney).
Topik diskusi konferensi membahas seputar public history of school and media communication, decolonizing colonial heritage, museums, public history and the arts, dan tema-tema lainnya. Di akhir konferensi juga diselenggarakan dua workshop yang terdiri dari Developing Public History for Graduate Programs dan Narrating Museums and Heritage.
Penyelenggaraan konferensi internasional merupakan salah satu upaya Indonesia untuk internasionalisasi sejarah publik ke masyarakat dunia, utamanya untuk kawasan Asia Tenggara.
Sampai saat ini Indonesia menjadi satu-satunya negara yang aktif mengembangkan sejarah publik di kawawan Asia Tenggara dan diharapkan kepeloporannya di tingkat regional.
Direktur Pembinaan Tenaga dan Lembaga Kebudayaan, Ditjenbud, Kemendikbudristek RI, Restu Gunawan dalam konferensi tersebut menjelaskan, bahwa seminar ini memiliki peran penting dalam mengembangkan ilmu sejarah sesuai dengan perkembangan teknologi dan perilaku sosial masyarakat yang ada.
“Kami berharap diskusi-diskusi selama konferensi berlangsung akan memberikan perspektif baru dalam wacana akademisi bidang sejarah publik dan memberikan manfaat yang lebih signifikan bagi masyaraka,” harapnya.
Sementara itu, Kresno Brahmantyo, selaku komite konferensi mengungkapkan jika konferensi ini menjadi wadah untuk para sejarawan mengeksplorasi keingintahuan lebih dalam mengenai sejarah publik.
“Kehadiran para Sejarawan dari berbagai negara telah menunjukkan bahwa studi sejarah tidak mengenal batas dan waktu. Konferensi ini diharapkan dapat menjadi sumber inspirasi, kolaborasi dan memperkuat ikatan kita sebagai komunitas global dan memperkuat ikatan kita sebagai komunitas global yang terus meningkatkan pemahaman tentang masa lalu,” ungkapnya.
Dekan Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, Dr. Bondan Kanumoyoso, memaparkan bahwa saat ini dunia berubah dengan cepat dan pemahaman tentang sejarah menjadi lebih nyata dari sebelumnya. Sejarah bukan hanya tentang mempelajari peristiwa masa lalu, melainkan untuk memahami dampaknya terhadap masa kini dan masa depan.
“Konferensi ini menjadi platform untuk mendorong dialog, kolaborasi dan pertukaran ide, serta meningkatkan pemahaman kita tentang hubungan dinamis antara sejarah dan masyarakat,” tandas Bondan Kanumoyoso. (AD).
Beranda
Pendidikan
Konferensi Internasional dan Workshop Sejarah Publik digelar di Fakultas IPB Universitas Indonesia, Ajang Berbagi Pengalaman Sejarah Tiap Negara
Konferensi Internasional dan Workshop Sejarah Publik digelar di Fakultas IPB Universitas Indonesia, Ajang Berbagi Pengalaman Sejarah Tiap Negara

