CILEGON, INFO_PASS β Komitmen menghadirkan pembinaan yang berkualitas bagi warga binaan kembali ditegaskan melalui kunjungan perdana Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Banten, Ibu Lili, ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cilegon. Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk melihat secara langsung berbagai program pembinaan dan kemandirian yang telah berjalan sebagai upaya membentuk warga binaan menjadi pribadi yang produktif, terampil, dan siap kembali berkontribusi di tengah masyarakat, pada Senin, (06 Juli 2026).
Dalam kegiatan tersebut, Ibu Kakanwil Lili didampingi langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIA Cilegon, Bapak Raja Muhammad Ismael Novadiansyah, beserta jajaran pejabat struktural. Kehadiran keduanya menunjukkan sinergi yang kuat dalam mendukung pelaksanaan pembinaan yang berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia warga binaan.
Rangkaian peninjauan diawali dengan mengunjungi Sarana Asimilasi Edukasi (SAE). Di lokasi ini, Ibu Kakanwil melihat secara langsung berbagai aktivitas pembinaan yang menjadi wadah bagi warga binaan untuk belajar, bekerja, dan mengembangkan keterampilan. Program tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan teknis, tetapi juga menanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, serta etos kerja sebagai bekal ketika kembali ke masyarakat.
Selanjutnya, rombongan meninjau sarana produksi Fly Ash Bottom Ash (FABA) yang menjadi salah satu program unggulan kemandirian di Lapas Cilegon. Melalui program ini, warga binaan memperoleh pengalaman kerja sekaligus keterampilan yang memiliki nilai ekonomis, sehingga mampu meningkatkan kepercayaan diri dan kesiapan mereka untuk hidup mandiri setelah menjalani masa pidana.
Kunjungan kemudian dilanjutkan ke Balai Latihan Kerja (BLK). Berbagai fasilitas pelatihan yang tersedia dimanfaatkan untuk membekali warga binaan dengan kompetensi sesuai kebutuhan dunia kerja. Program pelatihan yang berkelanjutan diharapkan mampu menciptakan lulusan pembinaan yang memiliki keterampilan, daya saing, dan peluang lebih besar untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik di masa depan.
Selain meninjau sarana pembinaan, Ibu Kakanwil juga berdialog dengan para petugas pembinaan guna mendengarkan secara langsung perkembangan pelaksanaan program, berbagai inovasi yang telah dilakukan, serta tantangan yang dihadapi dalam meningkatkan kualitas pembinaan dan pelatihan keterampilan di Lapas Cilegon.
Pada kesempatan tersebut, Ibu Kakanwil memberikan apresiasi atas dedikasi dan inovasi yang terus dilakukan oleh jajaran Lapas Kelas IIA Cilegon di bawah kepemimpinan Bapak Raja Muhammad Ismael Novadiansyah. Menurutnya, keberhasilan sistem pemasyarakatan tidak hanya diukur dari aspek keamanan, tetapi juga dari keberhasilan membentuk warga binaan menjadi pribadi yang memiliki karakter, keterampilan, dan kemandirian sehingga mampu kembali menjadi anggota masyarakat yang produktif.
Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIA Cilegon, Raja Muhammad Ismael Novadiansyah, menegaskan bahwa Lapas Cilegon akan terus berkomitmen mengembangkan berbagai program pembinaan dan kemandirian yang adaptif, inovatif, dan berkelanjutan. Melalui optimalisasi Sarana Asimilasi Edukasi (SAE), sarana produksi FABA, serta Balai Latihan Kerja (BLK), Lapas Cilegon berupaya menghadirkan pembinaan yang memberikan manfaat nyata bagi warga binaan sebagai bekal untuk membangun kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke tengah masyarakat.
Kunjungan ini menjadi bukti nyata komitmen Kantor Wilayah Ditjenpas Banten bersama Lapas Kelas IIA Cilegon dalam memperkuat transformasi pemasyarakatan yang berfokus pada pembinaan, pemberdayaan, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Dengan semangat kolaborasi, diharapkan seluruh program pembinaan yang dilaksanakan mampu mencetak warga binaan yang mandiri, produktif, dan siap memberikan kontribusi positif bagi bangsa dan masyarakat.
(Red)

