Bogor β Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) yang dilaksanakan di Kampung Baru Tujuh, RW 12, Desa Cigudeg, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, Selasa (7/7/2026), mendapat apresiasi dari para petani dan masyarakat setempat.
Program padat karya dari Kementerian Pekerjaan Umum ini melibatkan serta memberdayakan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) dalam pembangunan dan perbaikan saluran irigasi secara swadaya dan swakelola. Tujuannya untuk meningkatkan kualitas jaringan irigasi agar distribusi air ke lahan persawahan lebih merata, sehingga produktivitas pertanian meningkat dan mampu mendukung ketahanan pangan.
Melalui program ini, Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (GP3A) terlibat langsung mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, pengawasan hingga pengelolaan kegiatan. Selain memperbaiki infrastruktur irigasi, program ini juga membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat melalui sistem padat karya.
Saat dikonfirmasi awak media, Adit selaku pelaksana kegiatan menjelaskan bahwa pembangunan saluran irigasi tersebut berawal dari aspirasi masyarakat.
“Pembangunan irigasi ini merupakan tindak lanjut dari pengaduan masyarakat. Jika saluran ini tidak ditembok, saat musim hujan air sering meluap hingga menyebabkan banjir ke lahan warga. Dengan adanya tembok irigasi, saat musim kemarau pun aliran air tetap dapat tersalurkan dengan baik,” ujar Adit.
Ia menambahkan, pembangunan saluran irigasi dilakukan di sisi kiri dan kanan dengan total panjang mencapai 310 meter, tinggi 60 sentimeter, dan lebar permukaan 30 sentimeter. Pekerjaan tersebut melibatkan 20 orang tenaga kerja yang bekerja sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP).
Sementara itu, Opik, salah seorang pekerja, mengaku bersyukur atas adanya Program P3-TGAI. Menurutnya, selain memperlancar aliran air untuk lahan pertanian dan kolam ikan hingga ke wilayah hilir, program tersebut juga memberikan kesempatan kerja bagi masyarakat sekitar.
“Program ini sangat membantu para petani dan pemilik kolam ikan karena aliran air menjadi lancar sampai ke hilir. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada Ketua P3A, Pak Adit, yang telah memberikan kesempatan kepada saya untuk bekerja sehingga bisa memperoleh penghasilan dari pekerjaan ini,” ungkap Opik.
Masyarakat berharap program P3-TGAI dapat terus berlanjut di berbagai wilayah, sehingga semakin banyak jaringan irigasi yang diperbaiki dan mampu meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.
Redaksi: Bustomi

