LEMBANG (HSB) – Dalam rangka hari Bhayangkara keβ77 yang mengusung tema βPolri presisi untuk negeri, pemilu damai menuju indonesia emasβ, Bulan Bhakti Bhayangkara Sespim Lemdiklat Polri, menyelenggarakan art policing berupa pameran seni bonsai dan seni suiseki, yang diikuti oleh Komunitas dan pecinta bonsai serta suiseki yang dilaksanakan di lapangan Djayusman Sespim Lemdiklat Polri mulai Senin ini (26/06) sampai tiga hari kedepan Rabu / 28 Juni 2023.
Ditemui disela sela acara pameran, Kasespim Lemdiklat Polri Irjen Pol Prof. Dr. Chryshnanda Dwilaksana, M.Si., mengatakan bahwa Art Policing adalah pemolisian melalui pendekatan seni budaya dan pariwisata. βMelayani dengan hati adalah βcoreβ dari pemolisian. Ini disebabkan dalam kehidupan sosial kemasyarakatan ada nilai-nilai, etika, norma, moral, seni, dan budayaβ ujarnya.
Lebih jauh Chryshnanda mengatakan bahwa Implementasi art policing dapat mengacu pada model community policing yang berbasis wilayah atau area juga dilakukan pada kelompok-kelompok kategorial atau komunitas maupun yang berbasis dampak masalah. βJadi, upaya Polisi dalam pemolisiannya, dapat dilakukan dengan seni dan budayaβ katanya menjelaskan.
Pameran seni bonsai dan seni suiseki yang hari ini merupakan hari pertama ini selain dihadiri oleh Kasespim Lemdiklat Polri, juga dihadiri oleh Bupati Jawa Barat yang diwakili oleh Staff Ahli Bidang Pembangunan, Ekonomi, dan Keuangan Drs. Meidi. M.Si dan pejabat Lemdiklat lainnya.
Dalam sambutan selaku Kasespim, Chryshnanda mengatakan βIni merupakan pertama kali diadakannya pameran bonsai dan suiseki di Sespim Lemdiklat Polri. Semoga dengan kegiatan ini, membuka kegiatan-kegiatan lain yang nantinya akan dilaksanakan baik oleh Sespim Lemdiklat Polri maupun di Sespim Lemdiklat Polriβ kata Chryshnanda sambil menutup keterangannya.
(ES/HP)

