Banner IDwebhost

Babinsa Jatilawang Bantu Posyandu Gelar SDIDTK dan BIAN

Banyumas, Hariansinnarbogor.com Pencanangan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) adalah upaya Kementerian Kesehatan menutup kesenjangan imunitas kesehatan di masyarakat dampak dari pandemi Covid-19. BIAN dilaksanakan selama satu bulan, secara bertahap di seluruh provinsi Indonesia.

Guna menindak lanjuti kegiatan SDIDTK (Stimulasi Deteksi Intervensi Dini Tumbuh Kembang) dan BIAN (Bulan Imunisasi Anak Nasional). Puskesmas Jatilawang dan Posyandu Desa Pekuncen menggelar operasi serentak tentang timbang badan, pengukuran lingkar kepala, lingkar lengan dan pembagian vitamin “A” kepada seluruh Balita di wilayah Kecamatan Jatilawang yang didampingi oleh Koptu Hasan Ismail Babinsa Koramil 21/Jatilawang dan Aipda Eko s Bhabinkamtibmas Polsek Jatilawang. Kamis 25/08/2022.

Komandan Kodim 0701/Banyumas Letkol Inf Iwan Dwi Prihartono, melalui Danramil 21/Jatilawang Kapten Inf Hadi Suroso menyampaikan bahwa operasi timbang badan, pengukuran lingkar kepala, lingkar lengan dan pembagian vitamin “A” kepada seluruh Balita, guna mengetahui balita tumbuh sehat guna mencegah gangguan pertumbuhan sedini mungkin.

Untuk Balita yang mengikuti Operasi Timbang Badan, Pengukuran Lingkar Kepala, Lingkar Lengan dan Pembagian Vitamin “A” umur 01 bulan s/d 24 bulan dengan jumlah hadir 149 Balita yang ada di wilayah desa Pekuncen. Melalui kegiatan pemantauan gizi, posyandu berperan penting dalam mencegah risiko stunting pada anak. Pelayanan gizi di posyandu meliputi pengukuran berat dan tinggi badan, deteksi dini gangguan pertumbuhan, penyuluhan gizi, dan pemberian suplemen.

Penimbangan balita dilakukan tiap bulan di posyandu. Penimbangan secara rutin di posyandu untuk pemantauan pertumbuhan dan mendeteksi sedini mungkin penyimpangan pertumbuhan balita. Dari penimbangan yang kemudian dicatat di KMS, dari data tersebut dapat diketahui status pertumbuhan balita, apabila penyelenggaraan posyandu baik maka upaya untuk pemenuhan dasar pertumbuhan anak akan baik pula.

Dengan adanya posyandu yang sasaran utamanya bayi dan balita, sangat tepat untuk meningkatkan gizi balita. Peningkatan gizi balita di posyandu yang dilakukan oleh kader berupa memberikan penyuluhan tentang ASI, status gizi balita, MPASI, Imunisasi, Vitamin A, stimulasi tumbuh kembang anak dan diare pada balita. Pungkasnya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *